Rabu, 15 April 2026

Waspada Dampak La Nina, Curah Hujan akan Lebih Tinggi, Begini Arahan Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk bersiap mengantisipasi peningkatan curah hujan

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
Pixabay
ilustrasi hujan deras disertai petir 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk bersiap mengantisipasi peningkatan curah hujan di Indonesia akibat fenomena anomali iklim La Nina.

Data menunjukkan bahwa La Nina dapat menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi curah hujan bulanan di Indonesia sebesar 20 hingga 40 persen di atas normal.

"Laporan yang saya terima dari BMKG, fenomena La Nina diprediksi akan menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi jumlah curah hujan bulanan di Indonesia akan naik 20-40 persen di atas normal," ujar Presiden saat memimpin rapat terbatas mengenai Antisipasi Bencana Hidrometeorologi melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Selasa (13/10).

Secara khusus, Kepala Negara menginstruksikan jajarannya untuk segera menghitung potensi dampak yang ditimbulkan kepada sejumlah sektor seperti pertanian, perikanan, dan perhubungan.

"Karena (peningkatan curah hujan) 20 sampai 40 persen itu bukan kenaikan yang kecil," tuturnya.

Baca juga: Nita Thalia Menangis, Blak-blakan Ingin Ketemu Anak, Sebut Soal Rumah Tangga Penuh Pertikaian

Kepala Negara juga meminta agar informasi mengenai perkembangan cuaca terus disampaikan sesegera mungkin kepada seluruh provinsi. Dengan itu, pemerintah daerah dapat secara optimal mempersiapkan langkah-langkah pencegahan untuk mengantisipasi pemicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

"Saya minta untuk disebarluaskan informasi mengenai perkembangan cuaca secepat-cepatnya ke seluruh provinsi dan daerah sehingga tahu semuanya sebetulnya curah hujan bulanan ke depan ini akan terjadi kenaikan seperti apa," katanya.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum pun meminta 27 pemerintah kota dan kabupaten bersama masyarakat di Jabar untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi musim hujan dan fenomena La Nina. Salah satunya dengan membersihkan saluran air, menjaga kebersihan, dan memperbanyak resapan air.

"Harapan kami masyarakat tetap harus waspada dengan adanya banjir dan longsor seperti ini," katanya.

Pemerintah Provinsi Jabar, kata Kang Uu, sudah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jabar menguatkan koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota.

Selain itu, Kang Uu mengajak masyarakat dan pengusaha untuk meningkatkan solidaritas dengan membantu sesama. Salah satunya menyediakan alat berat untuk proses evakuasi dan membuka jalan yang tertutup longsor.

"Saya minta kepada pengusaha khususnya yang memiliki alat berat untuk dipinjamkan, dengan misi sosial demi membantu warga kita," ucapnya.

Baca juga: Tidak Harus Minum Obat, Coba 4 Cara Ini untuk Atasi Tekanan Darah Tinggi

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerapkan Siaga 1 Bencana sejak Semptember 2020. Penerapan tersebut merupakan langkah antisipatif Jabar saat memasuki musim hujan, mengingat selama ini sebagian besar bencana di Jabar dipicu oleh curah hujan tinggi, yakni banjir dan longsor.

Hal itu dikatakan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam rapat bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan soal antisipasi dampak bencana di musim hujan terhadap kenaikan kasus COVID-19 via konferensi video di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (9/10).

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved