Jumat, 17 April 2026

BPBD Jabar Angkat Bicara Terkait Bencana Longsor dan Banjir di Tasikmalaya dan Garut 

Banjir bandang di Kabupaten Garut dan longsor di Kabupaten Tasikmalaya terjadi akibat hujan deras yang melanda

Editor: Dedy Herdiana
tribun jabar
Banjir Bandang Terjang Pameungpeuk, Senin Dini Hari Tadi, Sawah dan Rumah Terendam 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Banjir bandang di Kabupaten Garut dan longsor di Kabupaten Tasikmalaya terjadi akibat hujan deras yang melanda di kedua kawasan tersebut, sejak Minggu (11/10) malam, hingga Senin (12/10/2020).

Disebutkannya hujan deras pada Minggu malam itu juga hampir melanda semua wilayah di Jawa Barat.

Untuk itu masyarakat diminta waspada terhadap bencana yang biasanya terjadi pada musim penghujan tersebut.

Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana pada BPBD Provinsi Jawa Barat, Budi Budiman Wahyu, mengatakan di Kabupaten Tasikmalaya, pada Senin (12/10) pukul 01.30 WIB, terjadi kejadian tanah longsor di Kampung Kalanganyar-Leuwihieum, Desa Mandalahayu, Kecamatan Salopa.

"Pada Minggu malam 11 Oktober 2020 terjadi hujan deras hingga menyebabkan terjadinya longsor karena kontur tanah yang agak labil.

HEBOH DI MEDSOS Lucky Hakim Menghilang dari Pilkada Indramayu 2020, Hoaks atau Asli? Ini Kata Timses

Penemuan Jenazah Bayi di Cimahi, Polisi Sudah Memeriksa Empat Saksi

Sebagian badan jalan tertimbun longsoran tanah sehingga menghambat arus lalu lintas," katanya melalui ponsel, Senin (12/10).

Budi mengatakan tidak ada korban dari kejadian tersebut.

BPBD Provinsi Jawa Barat memantau dan melakukan Koordinasi dengan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, termasuk diantaranya Babinsa dan Kapolsek kecamatan Salopa.

Bersama petugas, relawan, dan pemerintah, warga bergotong royong membersihkan material longsoran dengan menggunakan mesin dan manual.

Arus lalu lintas sengaja menggunakan teknik buka tutup hingga kegiatan selesai.

Budi mengatakan pada hari yang sama, pukul 04.00 WIB telah terjadi kejadian banjir bandang menerjang 10 desa di tiga kecamatan, di Kabupaten Garut.

Hujan deras turun hingga menyebabkan meluapnya Sungai Cipalebuh, Cikaso, dan Cibera, kemudian mengakibatkan banjir bandang.

Di Kecamatan Pameungpeuk tinggi muka air atau TMA mencapai 100-150 cm. Kemudian dua unit jembatan terdampak.

Di Kecamatan Cibalong tercatata 110 unit rumah terendam dengan TMA 50-80 cm dan satu unit jembatan terdampak. Sedangkan di Kecamatan Cikelet jalan tergenang.

"Air masih menggenangi dibeberapa titik. Masih melakukan pendataan. Untuk titik pengungsian sementara berada di Kantor Kecamatan, Kantor Koramil, Kantor Polsek, dan Kantor Pemerintah dan wilayah aman lainnya," katanya. 

Muslim Harus Tahu, Ternyata Ada Larangan Membuat Marmer dan Bangunan di Atas Kuburan, Ini Hukumnya

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved