Kena Gas Air Mata Saat Aksi Demo Tolak UU Cipta Kerja? Jangan Pakai Odol, Bahaya, Ini Cara Atasinya

Penggunaan odol untuk atasi terkena gas air mata justru berbahaya bila masuk ke dalam mata

Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/ Muhamad Nandri Prilatama
ilustrasi 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Aksi demo tolak UU Cipta Kerja terus terjadi di beberapa daerah di Indonesia dan demonstrasi ini dikabarkan masih akan terus berlanjut.

Saat aksi demo, aparat yang berjaga biasanya menggunakan gas air mata untuk menghalau para demonstran yang dinilai sudah bertindak anarkis.

Gas air mata membuat air mata perih, para demonstran beranggapan cara mudah atasi gas air mata dengan odol atau pasta gigi

Soal Wakil Ketua DPW PAN Jabar Mundur, DPP PAN Belum Terima Surat Pengunduran Diri dari Partai

Benarkah odol bisa jadi cara mudah dan cepat atasi mata yang kena gas air mata? Ini penjelasannya.

Dilansir dari Kompas.Com,  banyak orang beranggapan bahwa odol ( pasta gigi) dapat menghalau gas air mata. Odol pun kerap digunakan para demonstran ketika tengah turun ke jalanan.

Apakah hal tersebut benar? Dokter mata dari Jakarta Eye Center (JEC) dr Florence Meilani Manurung, Sp.M (K) angkat bicara.

"Odol tidak bisa ya menghalau gas air mata. Gas air mata itu kan semprotan yang membuat mata perih, berair, kemudian menutup. Tapi (odol) tidak bisa (mencegah)," tuturnya kepada Kompas.com, Selasa (24/9/2019).

Penggunaan odol, lanjut dr Florence, mungkin hanya digunakan untuk mendinginkan kelopak mata.

Namun langkah itu pun menurutnya tidak tepat.

18 Anggota DPR Positif Corona, Mengapa Gedung DPR RI Tak Ditutup? Ini Penjelasan Sekjen DPR RI

"Yang ada malah bahaya kalau odol masuk mata," tambahnya.

Lalu bagaimana penanganan yang benar jika terkena gas air mata? "Pertama, disiram dan dibersihkan.

Pakai air bersih seperti air mineral. Mata dan seluruh wajah. Jadi daripada bawa odol, lebih baik bawa air mineral," tuturnya.

Kedua adalah menggunakan kacamata pelindung, seperti kacamata hitam.

Halaman
12
Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved