Breaking News:

Napak Jagat Pasundan, Upaya Coklat Kita Lestarikan Budaya Sunda yang Kian Tergerus 

Melihat keresahan para pemangku, pelestari dan pelaku seni budaya Sunda ini, Coklat Kita membuat sebuah Kegiatan bernama Napak Jagat Pasundan (NJP).

Editor: Dedy Herdiana
Istimewa
Napak Jagat Pasundan, Upaya Coklat Kita Lestarikan Budaya Sunda yang Kian Tergerus  

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Budaya Nusantara, khususnya budaya Sunda, kian tergerus perkembangan zaman.

Salah satu faktor yang paling berpengaruh dan berkontribusi besar dalam mengikis nilai-nilai kearifan lokal ini adalah transformasi dan perkembangan era digital yang luar biasa secara global yang salah satu dampaknya adalah masuknya pengaruh budaya asing yang sulit dibendung kepada generasi muda

Sudah lazim bahwa saat ini begitu besar budaya asing yang dikonsumsi secara mentah-mentah oleh generasi muda Indonesia tanpa menyaring baik atau tidaknya hanya karena ingin dianggap sebagai generasi kekinian.

Napak Jagat Pasundan Padukan Unsur Modern dan Tradisional Etnik

Coklat Kita - Napak Jagat Pasundan 2018 Keur Balarea Puaskan Ribuan Warga Cianjur 

Hal Ini membuat banyak nilai luhur budaya timur, termasuk Sunda, yang dikenal dengan sopan-santun, ramah-tamah, dan adat-istiadatnya yang sangat tinggi, sudah mulai banyak ditinggalkan, bahkan lebih miris lagi, sudah banyak tidak dikenal oleh generasi muda saat ini.

Coklat Kita menyadari adanya keresahan dalam diri para seniman dan budayawan Sunda  saat ini, karena sedikit tapi pasti, generasi kekinian yang kerap disapa generasi Y dan Z dan notabene seharusnya menjadi penerus nilai-nilai ciri khas kearifan lokal dan budaya Sunda, sudah tidak peduli lagi dengan budaya "indung" sendiri.

Alih-alih, mereka akan merasa lebih bangga disebut sebagai generasi moderen dan gaul jika bisa meniru perkembangan yang terjadi di dunia secara global.

Perwakilan Coklat Kita, Tries Pondang, menyebutkan bahwa melihat keresahan para pemangku, pelestari dan pelaku seni budaya Sunda ini, Coklat Kita membuat sebuah Kegiatan bernama Napak Jagat Pasundan (NJP)

"Dari hasil pemikiran dan berbagi antara Coklat Kita bersama dengan para pemerhati budaya, seniman dan budayawan Jawa Barat, maka kemudian lahirlah Program Napak Jagat Pasundan pada tahun 2013. Pada Waktu itu Kegiatan NJP bertujuan untuk memperkenalkan dan mempertontonkan kembali seni budaya tatar Pasundan ke masyarakat, khususnya generasi muda dengan harapan mereka mengetahui kembali dan menyukai seni tradisi dan budaya Sunda yang kaya akan nilai-nilai luhur dan adiluhung, sehingga mereka kelak akan mencari tahu akan kearifan budayanya," jelas Tries dalam sebuah kesempatan terkait perjalanan Coklat Kita NJP yang terus bergulir hingga tahun ini, sebelum ada pandemi. 

Pada 2013 dimulailah perjalanan Kegiatan Coklat Kita Napak Jagat Pasundan dengan Tema "Ngider Dayeuh Mapai Lembur" ke 18 kabupaten/kota di Jawa Barat, dengan konsep Konser Budaya yang melibatkan beberapa seniman Sunda ternama seperti Doel Sumbang, Ega Robot Ethnik Percussion, Bungsu Bandung dan beberapa lainnya," kata Tries. 

Konsep yang di tampilkan NJP adalah perpaduan antara etnik, moderen, serta tradisi. Kesenian tradisional yang di tampilkan di antaranya adalah kesenian Lais (Garut), Ronggeng Gunung oleh sang maestro Bi Raspi (Kabupaten Ciamis), serta kesenian tradisi Sunda lainnya.

Coklat Kita memberikan porsi istimewa dalam penampilan seni budaya melalui sebuah tata panggung khusus nan mewah dengan tata suara dan tata cahaya yang luar biasa untuk menunjang keseluruhan penampilan agar memberikan daya tarik lebih bagi pengunjung. 

"Harapan besar Coklat Kita adalah NJP tidak hanya sebagai tontotan sekaligus tuntunan bagi generasi muda agar mereka kembali mengenal dan juga melihat bahwa budaya Sunda tidak ketinggalan zaman.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved