Kamis, 9 April 2026

Ryamizard Muncul, Agum Gumelar Ingatkan Gatot Nurmantyo dan Sebut Soal Pangkat Jenderal

Sejumlah tokoh termasuk diantaranya, Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu hadir pada acara doa bersama sabtu lalu

Editor: Siti Fatimah
ISTIMEWA

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG -Sejumlah tokoh termasuk diantaranya, Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu hadir pada acara doa bersama di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (3/10/2020).

Tokoh lain yang hadir seperti  Wasekjen MUI Ustadz Zaitun Rasmin, Budayawan Ridwan Saidi, Perwakilan PA 212, Muzakir Manaf dari Aceh, Muh. Asdar dari Sulawesi Selatan, politisi PKS Mardani Ali Sera, Adhie Massardi, KH. Abah Roudh Bahar, Ustadz Haikal Hassan bersama Sekretaris Jenderal Forum Rekat Indonesia, Fristian Griec dan tokoh-tokoh lainnya.

Menurut Ryamizard, kehadirannya pada diskusi Doa dan Harapan Untuk Negeri ini karena semangat dan kepeduliannya  terhadap kondisi negara ini.

Jejak Kehebatan Kopaska, Pasukan Elite TNI AL, Anggotanya Seorang Diri Masuk dan Usir Kapal Malaysia

Dikutip TribunJabar.Id dari Tribunews.Com,Ryamizard mengatakan, pihaknya dan semua berharap yang terbaik untuk negara in.

"Dengan doa bersama ini semoga doa ini diterima dan insa Allah kita yang hadir di sini orang yang relatif bersih, Insya Allah doa kita bisa diterima. Insya Allah Tuhan akan memberikan jalan yang lurus kepada bangsa dan negara ini," kata Ryamizard dalam diskusi Rekat bertajuk 'Doa dan Harapan Untuk Negeri' di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (3/10/2020).

Acara ini diadakan Ketua Forum Rekat Anak Bangsa, Eka Gumilar.

Dia mengatakan diskusi Doa dan Harapan Untuk Negeri ini terselenggara karena semangat dan kepedulian Ryamizard terhadap kondisi negara ini.

Polisi Cegat Buruh yang Akan Unjuk Rasa di Jakarta

Kritik Agum Gumelar

Sementara itu, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar  juga muncul di depan publik.

Dia angkat bicara sekaligus mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap sejumlah purnawirawan TNI saat berziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Kamis (1/10/2020) lalu.

Menurutnya, para purnawirawan tersebut terlihat sangat memaksa untuk masuk dan melakukan deklarasi di halaman TMP Kalibata itu.

Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Warakawuri TNI-Polri (PEPABRI) menyatakan, tidak seharusnya purnawirawan TNI bersikap memaksa seperti itu.

"Terus terang saja saya merasa prihatin dan bahkan kesal melihat kejadian itu. Terutama untuk mereka yang kemarin mengenakan baret merah dengan gagah perkasa. Saya ini mantan Danjen Kopassus," kata Agum dalam wawancaranya di Kompas TV, Jumat (2/10/2020).

Okupansi di RSKI Covid-19 di Pulau Galang Capai 80 Persen tapi Tingkat Kematian 0

"Seharusnya mereka itu menjadi prajurit baret merah yang dicintai dan mencintai rakyat. Ini malah kejar-kejaran dengan mahasiswa. Apa itu," ungkap Agum menyatakan kekecewaannya.

"Jadi cara-cara seperti kemarin itu, mohon maaf ya, sebagai prajurit Baret Merah, saya sebagai mantan Danjen saya ingin koreksi, tidak seperti itu. Jangan terlalu murah meneriakkan Komando di tempat-tempat yang tidak tepat," katanya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved