BREAKING NEWS: BNPB Rilis Lebih 2.000 Bencana Terjadi Tahun Ini, Jabar Urutan Kedua pada September

bencana berdampak pada kerusakan di sektor pemukiman 31.749 unit rumah, 627 fasilitas pendidikan, 653 fasilitas peribadatan

Tribun Jabar/Fauzi Noviandi
Tim gabungan dan sejumlah relawan saat melakukan pembersihan material sisa banjir bandang di Kabupaten Sukabumi. 

Laporan Reporter Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 2.000 bencana terjadi dari awal Januari hingga akhir September 2020 di Indonesia.

Bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor, masih dominan terjadi di wilayah Nusantara.

UPDATE Potensi Tsunami 20 Meter, Disparbud Jabar Segera Buat Kebijakan agar Masyarakat Lebih Waspada

Soal Potensi Tsunami 20 Meter di Pantai Selatan Jawa, Menristek: Belum Ada yang Bisa Prediksi Gempa

Gempa Bumi Pangandaran, Karyawan Berlarian, Warga Was-was Heboh Megathrust dan Tsunami 20 Meter

Bahaya hidrometeorologi tetap menjadi ancaman hingga akhir tahun ini.

Data BNPB dari 1 Januari hingga 29 September 2020, mencatat 99 persen bencana merupakan bencana hidrometeorologi.

Bencana alam di Indonesia

  • Banjir 791 kali
  • Puting beliung 573 kejadian
  • Tanah longsor 387 kejadian
  • Kebakaran hutan dan lahan 314 kejadian
  • Gelombang pasang atau abrasi 26 kejadian  
  • Kekeringan 22 kejadian 
  • Gempa bumi 13 kejadian
  • Erupsi gunung 5 kejadian

Total jumlah bencana alam sebanyak 2.131 kejadian.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, mengatakan sejumlah kejadian tersebut berdampak pada kerugian, baik korban jiwa dan harta benda.

BNPB mencatat 322 orang meninggal dan hilang, 454 mengalami luka-luka dan 4.481.641 mengungsi dan terdampak akibat bencana yang terjadi.

Adapun kerusakan infrastruktur, bencana berdampak pada kerusakan di sektor pemukiman 31.749 unit rumah, 627 fasilitas pendidikan, 653 fasilitas peribadatan dan 128 fasilitas kesehatan mengalami kerusakan akibat bencana alam.

"Jumlah kejadian hingga bulan kesembilan ini turun dibandingkan pada periode waktu yang sama pada 2019 lalu. Berdasarkan data yang tercatat, jumlah bencana 2020 turun sekitar 25,1 persen dibandingkan pada tahun lalu. Persentase penurunan juga terjadi pada jumlah korban meninggal dan hilang, luka-luka, menderita dan mengungsi serta rumah rusak," katanya mrlalui siaran digital, Kamis (1/10/2020).

Per September 2020, sebanyak 196 bencana terjadi dan mengakibatkan 26 jiwa meninggal dunia.

Dari jumlah kejadian, bencana yang paling sering terjadi antara lain di wilayah Provinsi Jawa Timur 49 kali, Jawa Barat 43, Kalimantan Barat 14, Sumatera Utara 10, dan Sumatera Barat 10.

Korban meninggal sepanjang September 2020, diakibatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan angin puting beliung.

Dari total 26 korban meninggal, 1 orang masih dinyatakan hilang.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved