Biji Plastik dalam Beras Bansos Kembali Ditemukan di Cianjur, di Kecamatan yang Sama Tapi Beda Desa
Belum selesai kasus biji plastik dalam beras bansos sebelumnya, kini muncul kasus serupa di kecamatan di Cianjur
Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Giri
"Adapun Bansos Pemprov Jabar tahap tiga, masih persiapan," katanya.
Pada pendistribusian bantuan sosial tahap dua yang rampung bulan lalu, kata Daud, bantuan disalurkan untuk 1.392.407 keluarga rumah tangga sasaran (KRTS).
Dari jumlah tersebut, hanya 9.598 paket atau 0,6 persen yang gagal diserahkan.
Ini, menurut Daud, memperlihatkan bahwa pendataan yang mereka lakukan sudah lebih baik dan akurat.
Penjabat Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan masih menunggu hasil investigasi di lapangan terkait dugaan adanya butiran betas sintetis dalam karun berisi beras bantuan di wilayah Bojongpicung ini.
"Namun, kalau nanti ini ternyata benar, maka tentu akan saya tindaklanjuti. Ada tim tugas tingkat kecamatan yang akan bergerak," ujar Herman di Pendopo Kabupaten Cianjur, kemarin.
Delapan Keluarga
Dihubungi melalui telepon, Camat Bojongpicung, Ejen Zainal Mutaqin, mengatakan telah melakukan investigasi sementara ke e-warung dan menerima laporan dari pihak RT.
Ia mengatakan, sementara ada sekitar delapan keluarga penerima manfaat yang melapor menerima beras yang diduga tertercampur butiran beras sintetis.
"Saat ini kami akan melakukan investigasi dulu ya terkait laporan dari RT atau dari warga. Kami akan menindaklanjutinya langsung lapor ke Dinas Sosial," ujar Ejen.
Ia mengatakan, investigasi mereka lakukan bersama jajaran Polsek Bojongpicung dan Koramil Bojongpicung.
"Semoga ini juga menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan lebih lanjut," ujarnya
Ejen mengatakan, mereka juga akan menelusuri warga yang dikabarkan sudah telanjur menyantap nasi dari beras yang sudah tercampur butiran plastik tersebut.
"Kami akan memeriksakan kesehatan mereka," katanya.
Ia mengatakan, warga yang telah kebagian beras berisi butiran sintetis ini berada di dua kampung.
"Selain di Kampung Margaluyu, beras sintetis dilaporkan juga tersebar di Kampung Kebon Cengkeh, tapi kami tunggu dulu konfirmasinya lagi dengan melihat buktinya apakah itu betul atau tidak," katanya.
Camat mengatakan, saat memeriksa beras yang masih berada di e-warung, ia tak menemukan adanya butiran biji sintetis itu.
"Tapi kami nanti akan investigasi lebih lanjut," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/camat-melakukan-investigasi-dugaan-adanya-biji-plastik-cianjur.jpg)