Selasa, 28 April 2026

Biji Plastik dalam Beras Bansos Kembali Ditemukan di Cianjur, di Kecamatan yang Sama Tapi Beda Desa

Belum selesai kasus biji plastik dalam beras bansos sebelumnya, kini muncul kasus serupa di kecamatan di Cianjur

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Camat melakukan investigasi dugaan adanya biji plastik dalam beras BPNT di wilayah Bojongpicung, Cianjur. 

Ali mengatakan, para penerima bantuan menemukannya saat membersihkan beras tersebut.

"Salah seorang warga bahkan mengaku terlanjur mengonsumsinya," ujar Ali.

Ali mengaku khawatir beras yang telanjur sudah dikonsumsi itu berdampat buruk kesehatan warganya.

"Dari penuturan warga, beras tersebut terlihat berbeda saat dibersihkan, bentuknya bulat seperti biji," ujar Ali, seraya mengatakan, ini adalah kasus beras plastik pertama yang terjadi di wilayahnya.

"Butiran beras plastik itu tak cuma satu. Dalam satu karung, kami sempat menemukan sekitar 20 butir."

Titin Kartini (56), warga yang menerima beras yang tercampur dengan butiran plastik, mengatakan pertama kali mengetahui adanya butiran beras plastik itu dari cucunya yang sedang makan.

Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un Ternyata Pernah Akan Dibunuh Pengkhianat pada 2018

"Cucu saya bilang ada nasi yang bentuknya seperti butiran berlian. Pas dicek ternyata seperti plastik. Saya langsung bilang ke Pak RT," katanya.

Ia pun mengkhawatirkan kondisi kesehatan cucunya yang telanjur memakan nasi yang tercampur plastik itu.

"Sudah dibawa ke puskesmas,' ujarnya.

Update Covid-19 di Majalengka: Ada dua Penambahan Kasus Positif Berasal dari Kecamatan Ini

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, Amad Mutawali, mengatakan sudah memerintahkan petugas untuk menelusuri kebenaran kabar adanya besar sintetis tersebut.

"Tapi, sampai saat ini saya belum menerima laporan dari lapangan," ujar Mutawali di Cianjur, kemarin.

Harus Didalami

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, Daud Achmad, mengatakan belum mengetahui detail informasi soal penemuan beras sintetis yang tercampur dalam paket beras dari BPNT, di Desa Sukaratu ini. Informasi tersebut, ujarnya, harus didalami.

"Entah dari mana itu bantuannya," kata Daud kepada Tribun, saat dihubungi melalui telepon mengenai penemuan beras sintetis itu, Minggu (20/9).

Bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, ujarnya, telah diterima masyarakat melalui tahap satu dan dua pada Juli dan Agustus lalu.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved