Minggu, 26 April 2026

Politik Malaysia

Rakyat Malaysia Diminta Tenang, Muhyidin Tegaskan Tetap Perdana Menteri. Hak Prerogatif di Sultan

Perdana menteri 73 tahun itu juga meminta rakyat "Negeri Jiran” agar tenang menghadapi kemelut politik terbaru ini

Editor: Adityas Annas Azhari
straitstimes.com
Tan Sri Muhyiddin Mohd Yassin resmi ditunjuk sebagai Perdana Menteri (PM) Malaysia yang baru dan menggantikan Mahathir Mohamad. 

TRIBUNJABAR.ID, KUALA LUMPUR – Perdana Menteri (PM) Malaysia, Muhyiddin Yassin akhirnya angkat bicara menanggapi klaim pemerintahannya telah jatuh oleh Anwar Ibrahim.

Melalui pernyataan tertulis yang dirilis Kantor Perdana Menteri, Rabu sore (23/9/2020), Muhyiddin menegaskan ia masih menjabat sebagai PM Malaysia yang sah.

Muhyiddin meminta pemimpin oposisi Anwar Ibrahim membuktikan klaim bahwa dia telah mengamankan mayoritas parlemen yang cukup untuk membentuk pemerintahan baru.

“Hingga klaim terbukti, pemerintahan Perikatan Nasional tetap berdiri teguh.” bunyi pernyataan Muhyiddin.

Perdana menteri 73 tahun itu juga meminta rakyat  "Negeri Jiran” agar tenang menghadapi kemelut politik terbaru ini.

Muhyiddin memastikan proses politik akan berjalan sesuai dengan konstitusi dan undang-undang Malaysia.

Dalam waktu bersamaan Istana Negara, kediaman resmi Raja Malaysia, merilis pernyataan mengonfirmasi klaim Anwar bahwa dia telah menjadwalkan pertemuan dengan Yang Dipertuan Agong Raja Abdullah.

Pernyataan itu menyebut audiensi Anwar dengan raja awalnya dijadwalkan pada hari Selasa kemarin. Namun pertemuan ditangguhkan karena Sultan Abdullah harus menjalani perawatan di Institusi Jantung Negara.

Tidak ada penjelasan lebih jauh mengenai kapankah pertemuan akan dijadwal ulang.

Mantan pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim mengacungkan ibu jari ke arah para pendukungnya saat meninggalkan RS Cheras, Kuala Lumpur, Rabu (16/5/2018).
Mantan pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim mengacungkan ibu jari ke arah para pendukungnya saat meninggalkan RS Cheras, Kuala Lumpur, Rabu (16/5/2018). (AFP/MOHD RASFAN /Kompas.com)

Mohamad Sultan Abdullah memiliki hak prerogatif untuk menentukan apakah dia akan meminta Anwar membentuk pemerintahan baru atau membubarkan parlemen untuk pemilu dini.

Jika Anwar memiliki mayoritas besar seperti yang diklaimnya, pembentukan pemerintahan baru jauh lebih memungkinkan dibanding menggelar pemilu di tengah pandemi Covid-19.

Malaysia Punya Partai Baru, Mantan Menpora Daftarkan Partai Muda

Dukungan UMNO kepada Anwar?

Parlementarian yang diduga mengubah haluan politiknya disebut berasal dari partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) yang merupakan partai pendukung pemerintahan Muhyiddin.

Presiden UMNO, Zahid Hamidi tidak membantah kabar yang beredar.

Zahid mengatakan benar ada banyak parlementarian UMNO yang memutuskan mendukung Anwar.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved