Selasa, 7 April 2026

Prihatin Warga Terima Beras Campur Biji Plastik, Tb Mulyana Beri Beras Super dan Bantuan Rutilahu

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, Tb Mulyana Syahrudin, mendatangi para penerima di Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur

Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Ketua DPD Partai Golkar Tb Mulyana Syahrudin mendatangi warga penerima bansos beras yang bercampur biji plastik, Rabu (23/9/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabart, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Merasa prihatin mendengar warga penerima bantuan mendapatkan beras bercampur biji plastik, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, Tb Mulyana Syahrudin, mendatangi para penerima di Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Rabu (23/9/2020).

Delapa keluarga yang didatangi Mulyana, di antaranya Neni Maryana (34 tahun) warga Kebon Cengkeh RT 04/01, Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung. Ibu rumah tangga ini sudah dua kali mengonsumsi beras bercampur biji plastik.

Selain mendatangi Neni, Mulyana yang juga Calon Wakil Bupati Cianjur ini mengunjungi Titin, Tini, dan Maesaroh di Kampung Margaluyu, Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung. Titin sudah tiga kali menanak beras bercampur biji plastik.

Kasus Dugaan Biji Plastik Tercampur di Beras Bansos, Anggota DPRD Cianjur Minta Diusut Tuntas

Bulog Pastikan Beras Bansos Mereka Tak Tercampur Biji Plastik, Polisi Cianjur Sedang Menyelidiki

"Bahkan sudah dimakan, ketahuan pas asa yang keras tergigit. Ternyata ada biji plastiknya," kata Titin.

Mulyana mengatakan datang ke rumah keluarga penerima manfaat (KPM) BPNT itu karena merasa prihatin. Ia pun membawa delapan karung beras Pandanwangi kualitas super untuk diberikan kepada mereka.

"Bukan untuk mengganti beras yang bercampur biji plastik itu, tapi ini sebagai bentuk keprihatinan saya saja. Kasihan warga yang seharusnya mendapatkan beras bagus malah tak bisa dikonsumsi karena bercampur biji plastik," ujar Mulyana saat ditemui di lokasi, Rabu (23/9/2020).

Mulyana mengatakan, saat ini bukan waktunya saling menyalahkan. Menurut Mulyana, memang ada kelalaian dalam proses distribusi bahan pangan bantuan untuk warga penerima bantuan.

"Kami serahkan saja urusannya kepada pihak berwenang. Bukan waktunya saling menyalahkan, justru saat ini waktunya berbagi keprihatinan," kata Mulyana.

Selain menyerahkan bantuan beras, Mulyana pun menyerahkan bantuan pembangunan rumah tidak layak huni (rutilahu) sebanyak 20 unit untuk Desa Sukaratu.

"Ada bantuan pembangunan rutilahu sebanyak 20 unit. Bantuan ini untuk desa yang banyak warga tak mampu," kata Mulyana.(fam)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved