Breaking News:

Politeknik Negeri Bandung Kukuhkan 1.903 Mahasiswa Baru

Polban menggelar Sidang Terbuka Senat Politeknik Negeri Bandung dengan acara Pengukuhan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2020-2021, Rabu (23/9/2020).

Istimewa
Dua perwakilan mahasiswa baru mengikuti prosesi pengukuhan mahasiswa baru dalam Sidang Terbuka Senat Politeknik Negeri Bandung dengan acara Pengukuhan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2020-2021 di Pendopo Tonny Soewandito Polban, Rabu (23/9/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Politeknik Negeri Bandung (Polban) menggelar Sidang Terbuka Senat Politeknik Negeri Bandung dengan acara Pengukuhan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2020-2021 di Pendopo Tonny Soewandito Polban, Rabu (23/9/2020).

Sidang Senat ini dilakukan secara terbatas, hanya diwakili perwakilan mahasiswa baru, dengan protokoler kesehatan pencegahan penularan Covid-19 yang sangat ketat.

Wakil Direktur Bidang Akademik Polban, Dr. Ir Andriyanto Setiawan, MT, dalam laporan kegiatan penerimaan mahasiswa baru menyebutkan bahwa pengukuhan mahasiswa baru dilakukan untuk Program D3 dan Program Sarjana Terapan Tahun Akademik 2020/2021.

Proses Penerimaan Mahasiswa Baru POLBAN Ditengah Pandemi Covid-19

Seleksi penerimaan mahasiswa dilakukan melalui tiga jalur yaitu Jalur Seleksi Nasional Masuk Politeknik Negeri (SNMPN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), serta dan jalur Seleksi Mahasiswa Baru Mandiri (SMBM).

Mahasiswa baru ini akan mengikuti seleksi untuk perkulian di 36 program studi yang terdiri dari 18 Program Pendidikan D-3 dan 18 program Pendidikan Sarjana Terapan yang sepenuhnya dilakukan secara daring.

"Proses seleksi mahasiswa baru Polban dilakukan secara objektif yang dilakukan kurang lebih delapan bulan," katanya.

Sementara untuk ujian masuk yang dilakukan langsung, menurut Andriyanto, seluruh proses sudah melalui verifikasi Gugus Tugas Covid-19.

Polban Miliki Guru Besar Baru di Bidang Ilmu Manajemen Pemasaran

Peserta harus mengantongi Surat Keterangan Sehat untuk masuk ruang ujian, bahkan peserta dari luar kota wajib mengantongi surat keterangan non-reaktif.

Seluruh proses ini melibatkan tim yang meliputi dokter, petugas medis lainnya, serta dari TNI dan Polri.

Halaman
123
Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved