Polban Miliki Guru Besar Baru di Bidang Ilmu Manajemen Pemasaran

Dwi Suhartanto berhasil dikukuhkan sebagai Guru Besar Polban di bidang ilmu Manajemen Pemasaran.

Polban Miliki Guru Besar Baru di Bidang Ilmu Manajemen Pemasaran
Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
Prof Dwi Suhartanto MCM PhD (kiri) saat dikukuhkan menjadi Guru Besar Polban di pendopo Polban, Selasa (23/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Jajaran staf pengajar Politeknik Negeri Bandung ( Polban) kini bertambah semakin lengkap dengan hadirnya guru besar baru yang ada di jajaran mereka.

Hal ini terlihat dalam Sidang Terbuka Senat Polban dengan agenda Pengukuhan Guru Besar/Profesor Polban yaitu Prof Dwi Suhartanto MCM PhD yang digelar di pendopo Polban, Selasa (23/7/2019).

Dwi Suhartanto berhasil dikukuhkan sebagai Guru Besar Polban di bidang ilmu Manajemen Pemasaran.

Dalam sidang terbuka itu, Dwi Shartanto memaparkan orasi ilmiahnya yang berjudul Konsumen Indonesia 4.0 Peran Penting Faktor Leisure.

Dalam orasi ini, Dwi menyatakan bahwa pada dasarnya seluruh manusia adalah konsumen, termasuk pihak pemerintah.

Sehingga, apa yang dibutuhkan oleh manusia harus selaras dengan fasilitas yang ada atau disediakan oleh pemerintah.

"Harus diakui perhatian pemerintah pada hampir semua upaya untuk meningkatkan kesejahteraan warganya melalui penyediaan fasilitas yang dapat memberikan rasa leisure masih sangat minim di hampir semua kota dan daerah di Indonesia," demikian salah satu kutipan yang disampaikan Dwi daam orasi ilmiahnya.

Menanggapi tentang pengukuhannya sebagai Guru Besar di Polban, Dwi Suhartanto mengatakan bahwa dia sangat bersyukur bahwa pada akhirnya Polban memiliki profesor yang mana ini bisa melengkapi kebutuhan sebuah perguruan tinggi.

"Saya berharap ini bisa mendorong seluruh pihak, terutama mendorong Polban untuk lebih bisa memberikan kontribusi terhadap masyarakat dan industri," kata Suhartanto.

Sebagai guru besar yagn mengamati bidang prilaku, Dwi Suhartanto menyebutkan bahwa langkah terdekat yang akan dia lakukan adalah mengembangkan ilmu pengetahuan untuk menguatkan riset-riset sehingga bisa berkontribusi terhadap perkembangan pembangunan, masyarakat dan berbagai lini bisnis.

"Dan tentunya tetap berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan ekonomi," katanya.

Dwi Suhartanto berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dia menjadi seorang profesor dan guru besar melalui sebuah perjuangan yang tidak sebentar serta melelahkan. Dia berterimakasih kepada seluruh pihak internal kampus yang tak henti mendukung perjuangannya lolos dalam ujian menjadi guru besar, serta pihak luar kampus seperti keluarga, sahabat, kerabat, serta pihak-pihak yang tidak bisa disebutkan satu-persatu.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Polban, Rachmad Imbang Tritjahyono, mengatakan bahwa pihaknya sangat berharap kehadiran guru besar ini bisa bisa memberikan kontribusi positif terhadap bidangnya dan terhadap pembangunan ekonomi.

"Level akademik tertinggi adalah guru besar sehingga diharapkan juga ini bisa menjadi pembinaan para dosen. Sekarang perkembangan teknologi terus berkembang dan sekarang sudah masuk ke level 4.0. Itu tidak mudah dan harus kita persiapkan sebaik-baiknya. Harapan saya, para guru besar tidak hanya menyandang pangkat tertinggi tetapi juga harus berkontribusi positif," ujarnya. (kemal setia permana) .

Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved