Kamis, 21 Mei 2026

3 Peluru Bersarang di Punggung Ade Irma Suryani, Ini Cerita Penculikan AH NAsution di G30S/PKI

Putri sulung AH Nasution, Hendrianti Sahara Nasution, menceritakan peritiwa kelam yang merenggut nyawa adiknya dalam peristiwa G30S/PKI.

Tayang:
Editor: Giri
Tribunnews.com/Fransiskus adhiyuda
Putri Jenderal Besar Abdul Haris (AH) Nasution, Hendrianti Sahara Nasution atau akrab dipanggil Yanti saat ditemui di Museum Sasmitaloka Jenderal Besar AH. Nasution, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/9/2017). 

TRIBUNJABAR.ID -  Putri sulung AH Nasution, Hendrianti Sahara Nasution, menceritakan peritiwa kelam yang merenggut nyawa adiknya dalam peristiwa G30S/PKI.

Ya, peristiwa berdarah G30S/PKI yang terjadi pada 1965 meninggalkan luka mendalam.

Keluarga AH Nasution menjadi korban. Meski AH Nasution berhasil lolos dari maut, anak dan ajudannya tidak selamat.

Anaknya yang masih kecil, Ade Irma Suryani menderita luka tembak dan sempat mendapat perawatan tapi tidak dapat diselamatkan.

Pasukan yang membawa para jenderal salah mengira Pierre Tendean adalah AH Nasution dan menculiknya.

Sedangkan putri sulungnya, Hendrianti Sahara Nasution kabur dan mengalami patah kaki.

Dalam wawancara yang disiarkan oleh TvOne, Hendrianti mengatakan sang adik tewas tertembak dari jarak dekat.

Hendrianti menggambarkan, peristiwa berdarah itu di tempat kejadian di kediaman AH Nasution yang telah dijadikan museum, di Menteng, Jakarta Pusat.

Pada pukul 03.30 WIB dini hari, Jenderal AH Nasution dan Johanna Sunarti Nasution terbangun dari tidur.

"Pukul 03.30 pagi, ibu saya dan ayah terbangun gara-gara nyamuk. Terdengar pintu digerebek, ibu saya melihat pasukan Cakrabirawa masuk," kata Hendrianti.

Menyadari hal tersebut, istri AH Nasution langsung menutup pintu.

"Itu yang membunuh kamu sudah datang," kata Johanna kepada suaminya.

Kemudian, pasukan Cakrabirawa menembaki pintu tersebut.

"Lalu Bapak (AH Nasution) bangun dan bilang biar saya hadapi, tapi ibu bilang jangan," kata Hendrianti.

Saat penyerbuan terjadi, Ade Irma Suryani bersama ayah dan ibunya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved