Jumat, 12 Juni 2026

Penyakit Brucellosis Mewabah di China, Waspada Makan Daging Mentah

Pandemi Covid-19 belum berakhir, kini di tengah pandemi ribuan orang di barat laut China positif mengidap penyakit brucellosis.

Tayang:
Editor: Siti Fatimah
ISTIMEWA

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pandemi Covid-19 di dunia belum berakhir, kini di tengah pandemi ribuan orang di barat laut China positif mengidap penyakit brucellosis.

Dikutip TribunJabar.Id dari Kontan.Id, wabah ini disebabkan bakteri yang menyebar karena kebocoran perusahaan biofarmasi tahun lalu. 

Dikutip dari CNN,  Komisi kesehatan Lanzhou, ibu kota Provinsi Gansu memastikan ada 3.245 orang yang terjangkit penyakit brucellosis dan telah menguji 21.847 warga setempat. 

Penyakit ini sering kali disebabkan kontak dengan hewan ternak yang membawa bakteri brucella. Lantas, apa itu brucellosis?

Apa itu brucellosis

Dikutip dari laman resmi Centers for Disease Control and Prevention (CDC), brucellosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri.

Orang bisa tertular penyakit saat bersentuhan dengan hewan yang terinfeksi atau produk hewan yang terkontaminasi bakteri. Hewan yang paling sering terinfeksi antara lain domba, sapi, kambing, babi, dan anjing.

Gejala brucellosis 
 

Brucellosis dapat menyebabkan berbagai gejala, beberapa di antaranya mungkin muncul dalam waktu lama. Gejala awal bisa meliputi:

Demam

Berkeringat

Malaise atau lesu, lemah, dan lemas

Anoreksia

Sakit kepala

Nyeri pada otot, sendi, dan / atau punggung

Kelelahan
 

Beberapa gejala dapat bertahan untuk jangka waktu yang lebih lama yakni selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan lalu muncul kembali.

Selain itu, untuk beberapa pasien bisa terdapat gejala tambahan, di antaranya:

Demam berulang

Radang sendi

Pembengkakan pada testis dan area skrotum

Pembengkakan jantung (endokarditis)

Gejala neurologis (hingga 5% dari semua kasus)

Kelelahan kronis

Depresi

Pembengkakan hati dan / atau limpa
 

Cara penyebaran dan penularan brucellosis

Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

Orang bisa tertular penyakit brucellosis saat bersentuhan dengan hewan yang terinfeksi atau produk hewan seperti daging sapi yang terkontaminasi bakteri.

Penyakit ini memiliki beberapa cara penularan dan penyebaran, di antaranya:

1. Makan daging setengah matang atau mengonsumsi produk susu yang tidak dipasteurisasi / mentah

Cara paling umum untuk terinfeksi adalah dengan makan atau minum produk susu yang tidak dipasteurisasi / mentah.

Ketika domba, kambing, sapi, atau unta terinfeksi, susu mereka terkontaminasi bakteri.

Jika susu dari hewan yang terinfeksi tidak dipasteurisasi, infeksi akan menular ke orang yang mengonsumsi susu dan produk olahan susu seperti keju. 

2. Menghirup udara yang tercemar bakteri penyebab brucellosis

Menghirup udara yang tercemar atau terkontaminasi bakteri penyebab brucellosis juga dapat menyebabkan infeksi. Risiko ini umumnya lebih besar bagi orang-orang di laboratorium yang menangani bakteri tersebut. 

Selain itu, risiko terpapar dan terinfeksi brucellosis juga dialami oleh para pekerja rumah pemotongan hewan dan pengepakan daging. 

3. Luka di kulit

Bakteri masuk ke dalam tubuh melalui luka kulit atau selaput lendir.

Bakteri juga bisa masuk ke luka di kulit / selaput lendir melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi.

Hal ini menimbulkan masalah bagi pekerja yang melakukan kontak dekat dengan hewan atau ekskresi hewan (hewan yang baru lahir, janin, dan ekskresi yang mungkin terjadi sejak lahir) sehingga risiko terpapar juga bisa dialami oleh dokter hewan. 

Selain itu, orang yang berburu binatang di hutan juga berisiko terkena penyakit ini karena beberapa hewan buruan yang biasanya terinfeksi adalah bison, rusa, karibu (rusa kutub), rusa besar, dan babi hutan. 

Meski demikian, penularan brucellosis dari orang ke orang sangat jarang. Namun, ibu menyusui yang terinfeksi dapat menularkan infeksi kepada bayinya.

Selain itu, walaupun jarang, penularan juga dapat terjadi melalui transplantasi jaringan atau transfusi darah. Sedangkan penularan brucellosis melalui aktivitas seksual jarang dilaporkan.

Pengobatan

Diagnosis infeksi brucellosis harus dilakukan oleh dokter.

Diagnosis infeksi brucellosis harus dilakukan oleh dokter. Tes akan dilakukan untuk menemukan bakteri dalam sampel darah, sumsum tulang, atau cairan tubuh lainnya. 

Selain itu, tes darah dapat dilakukan untuk mendeteksi antibodi terhadap bakteri tersebut. Setelah diagnosis dibuat, dokter dapat meresepkan antibiotik.

Bergantung pada waktu pengobatan dan tingkat keparahan penyakit, pemulihan mungkin memakan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan.

Kematian akibat brucellosis jarang terjadi, rasionya tidak lebih dari 2% dari semua kasus.

Pencegahan brucellosis

Cara terbaik untuk mencegah infeksi brucellosis adalah pastikan tidak mengonsumsi daging mentah, produk susu yang tidak dipasteurisasi seperti susu, keju, dan es krim.

Jangan memakannya jika tidak yakin bahwa produk susu telah dipasteurisasi, jangan memakannya. 

Sementara, bagi pekerja di RPH, dokter hewan atau pemburu bisa melindungi diri dengan menggunakan sarung tangan karet, kacamata, dan celemek. 

Perlengkapan ini akan membantu memastikan bahwa bakteri dari hewan yang berpotensi terinfeksi tidak masuk ke mata atau di dalam luka atau lecet pada kulit.

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved