Anak Prasekolah di Korut Harus Belajar Mengenai Kim Jong Un Selama 1,5 Jam di Kelas
Kim Yo Jong menjadikan kegiatan itu persyaratan di bawah aturan baru yang dikeluarkan akhir Agustus.
TRIBUNJABAR.ID, PYONGYANG - Korea Utara menggencarkan propaganda untuk diajarkan kepada anak-anak prasekolah.
Rezim komunis itu memaksa siswa menghabiskan 90 menit mereka di sekolah untuk belajar tentang Kim Jong Un di bawah perintah baru yang diturunkan oleh Kim Yo Jong.
Melansir Daily Mail, Rabu (16/9/2020), anak-anak prasekolah di Korea Utara mendapatkan kurikulum baru yang berisi propaganda tentang Kim Jong Un dan dua pemimpin pendahulunya.
Kurikulum tersebut menjadi " Pendidikan Kebesaran" yang berlangsung selama 1,5 jam dari 3 jam waktu yang dihabiskan anak-anak prasekolah di kelas.
Sebelumnya, anak-anak hanya menghabiskan 30 menit untuk materi propaganda tersebut, tetapi saudara perempuan sang pemimpin negara, Kim Yo Jong, dilaporkan telah melipatgandakan waktu untuk pendidikan propaganda itu.
Kim Yo Jong menjadikan kegiatan itu persyaratan di bawah aturan baru yang dikeluarkan akhir Agustus.
Sebuah sumber di Provinsi Hamgyong Utara, dekat dengan perbatasan Cina, mengatakan, para orang tua dan guru khawatir tentang anak-anak yang sekarang akan menghadapi pendidikan tingkat berikutnya.
" Anak-anak hampir pada titik menjadi siswa sekolah dasar," kata sumber itu kepada surat kabar Daily NK Korea Selatan.
Jadi, orang tua cenderung meminta guru untuk anak-anak mereka fokus mempelajari alfabet.
"Peningkatan waktu yang dihabiskan untuk (propaganda) para pemimpin, bagaimanapun, menyisakan lebih sedikit waktu untuk belajar alfabet, jadi orang tua tidak akan bahagia," ujar sumber itu.
Sumber tersebut juga mengungkapkan, sekolah harus menanggung biaya "merapikan" ruang kelas agar kurikulum baru bisa diajarkan dengan lebih menarik.
Ini memicu spekulasi bahwa orang tua yang sudah lama akan diminta ikut serta untuk membiayai renovasi.
Akibatnya, banyak orang mempertimbangkan untuk lebih baik mengajar anak-anak mereka di rumah, kata sumber itu.
• Kedinginan, Kegelapan, dan Kelaparan Bagian Hidup Warga di Korea Utara
Ray Cunningham, dari Homer, Illinois, telah mengunjungi beberapa sekolah Korea Utara selama beberapa kali perjalanan ke sana.
Foto dari kunjungan ini menunjukkan,tank dan pesawat tempur dibuat terlihat menyenangkan, sementara mural sekolah mengagungkan rudal dan menggambarkan kekerasan terhadap pasukan AS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/siswa-sekolah-musik-korea-utara-nyanyi-tanah-airku_20151029_130702.jpg)