Rabu, 15 April 2026

Kasus Positif Covid-19, Daerah Lain Turun, Jawa Barat Malah Naik

Berdasarkan data perkembangan penanganan pandemi Covid-19 di dalam negeri, rata-rata kasus aktif

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
tribunjabar/firman suryaman
Gedung Rawat Inap Baru RSU Kota Tasikmalaya Jawa Barat Jadi Ruang Perawatan Pasien Positif Covid-19 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Berdasarkan data perkembangan penanganan pandemi Covid-19 di dalam negeri, rata-rata kasus aktif di berbagai daerah cenderung mengalami penurunan.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro melalui siaran digital, Senin (14/9).

Per Senin (14/9), Reisa menyebut jumlah kasus aktif sebanyak 54.277 kasus, menurun dibandingkan hari sebelumnya sebanyak 54.649 kasus. Jika melihat kasus aktifnya, terjadi penurunan di beberapa tempat.

Ia merincikan sebaran kasus aktif per provinsi, tertinggi berada di DKI Jakarta dengan 11.436 kasus aktif, mengalami penurunan dari hari sebelumnya sebanyak 12.078 kasus.

Pertalite Turun Harga dari Rp 7.650 ke Rp 6.450, Tapi Hanya di Tangerang Selatan

Tertinggi kedua berada di Jawa Barat dengan 6.443 kasus. Jumlah ini mengalami kenaikan dari hari sebelumnya sebanyak 6.404 kasus. Tertinggi ketiga di Jawa Tengah sebanyak 5.439 kasus, mengalami penurunan dari hari sebelumnya sebanyak 5.518 kasus.

"Memang jumlah kasus aktif fluktuatif, tetapi dari data hari ini dapat dikatakan rata-rata jumlah kasus aktif di Indonesia banyak mengalami penurunan," kata Reisa.

Pada tingkat kesembuhan hari ini terdapat tambahan 3.395 kasus dan kesembuhan total menjadi sebanyak 158.405 kasus dengan recovery rate (tingkat kesembuhan) di angka 71%.

"Angka ini (kesembuhan) cukup tinggi ya, artinya 7 di antaranya 10 orang yang terkena Covid-19 sudah sembuh," jelasnya.

Sedangkan penambahan kasus positif baru hari ini sebanyak 3.141 kasus dan kumulatifnya 221.523 kasus.

Dwi Sasono Pakai Narkoba Saat Anak Istrinya Sudah Tidur Pulas Tapi Tidak Rutin Mengonsumsinya

Ia juga menginformasikan dari data Kementerian Kesehatan, bed occupancy ratio (BOR) atau ketersedian tempat tidur dalam kondisi aman. Kondisi ini katanya dapat mengantisipasi lonjakan jika terjadi lonjakan 20% sesuai ketentuan World Health Organization (WHO).

"Tetapi tentu kita tidak harapkan itu akan terisi ya," Reisa menambahkan.

Dalam memerangi pandemi ia mengimbau masyarakat untuk disiplin. Dalam menerapkan protokol kesehatan harus dilaksanakan tanpa terkecuali di seluruh Indonesia. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih tetap diberlakukan untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19.

Penerapan protokol kesehatan harus dilakukan secara bersama-sama. Tidak mungkin hanya menggantungkan pada pemerintah saja. Kampanye menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumunan harus dilakukan secara masif.

Pemerintah sendiri dalam beberapa pekan lalu sudah mengeluarkan berbagai upaya seperti surat edaran dan imbauan. Misalnya tentang jam kerja, jumlah pegawai dalam satu ruangan kerja termasuk peserta rapat harus dibatasi dan diatur agar physical distancing atau menjaga jarak tetap diterapkan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved