Breaking News:

Ketua IDI Sarankan Pemkot Bandung Evaluasi Angka Reproduksi Corona, di Bawah 1 Tapi Kasus Meningkat

Ketua IDI menyarankan Pemkot Bandung mengevaluasi mengenai angka reproduksi Covid-19. Ini sebabnya.

tribunjabar/siti fatimah
Caption; Ketua IDI Jawa Barat Dr Eka Mulyana pada acara Pelantikan Pengurus IDI Wilayah Jawa Barat di Intercontinental Bandung Dago Resort, Sabtu (15/4/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abadurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung menyatakan daerahnya berada dalam zona oranye, artinya masuk dalam kategori risiko penularan sedang dengan angka reproduksi di bawah satu, yakni 0,81.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Barat, Dr Eka Mulyana menyarankan agar pemerintah daerah mengevaluasi angka reproduksi penularan Covid-19 yang menjadi patokan langkah mitigasi.

Sebab, kata dia, apabila angka reproduksi di bawah satu, seharusnya sudah tidak ada lagi penularan Covid-19 dari orang ke orang.

Namun yang terjadi saat ini, jumlah kasus Covid-19 kian meningkat, bukan hanya di Kota Bandung.

"Sekarang kenyataannya di lapangan, ada sampai klaster baru, tiba-tiba di satu institusi ada 100 lebih (kasus positif Covid-19), nah, itu kan menunjukkan masih terjadi penularan," ujar Eka saat dihubungi di Bandung, Minggu (13/9/2020)

Menurutnya, selama ini angka reproduksi Covid-19 yang disampaikan pemerintah daerah dinilai tidak sesuai dengan kenyatan di lapangan, karena masih banyak terjadi penularan di tengah masyarakat.

"Yang disebut angka reproduksi, kan, harus dibawah satu. Kalau di atas satu, artinya angka penularannya masih tinggi. Ternyata waktu itu dari PSBB diubah jadi AKB, katanya ada kemajuan, tapi sekarang angka reproduksi naik, penyebarannya bertambah," katanya.

Maka dari itu, kata dia, pemerintah daerah perlu mengevaluasi kembali angka reproduksi, atau mencari patokan lain soal potensi penyebaran Covid-19.

Sehingga langkah yang diambil dalam kebijakan dapat menekan jumlah kasus baru.

"Kita harus menekan jumlah kasus baru, dan untuk menekan itu artinya menekan penyebaran virusnya, jadi memutus rantai penularan," ucapnya.

Pengusaha Travel di Bandung Ketar-ketir Jakarta Berlakukan Kembali PSBB, Bisa-bisa Pangkas Karyawan

Tasikmalaya Berlakukan AKB yang Diperketat setelah Kasus Positif Corona Melonjak

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved