Breaking News:

OTT Saber Pungli di SMA Negeri 1 Cikampek, Sumbangan Dipatok Rp 4 Juta, Barang Bukti Rp 100 Juta

Operasi Tangkap Tangan (OTT) pungutan liar (pungli) digelar Satgas Saber Pungli di SMA Negeri 1 Cikampek

Ilustrasi Pungli 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Operasi Tangkap Tangan (OTT) pungutan liar (pungli) digelar Satgas Saber Pungli di SMA Negeri 1 Cikampek Kabupaten Karawang pada Kamis (10/9/2020). Dalam operasi itu, diamankan sejumlah uang.

"Kejadian di SMAN 1 Cikampek ini berawal dari adanya laporan masyarakat ke Saber Pungli. Intinya mereka diundang rapat oleh kepala sekolah, setelah itu dipaksa untuk bayar Rp 4 juta per orang. Katanya untuk pembangunan," ujar Anggota Kelompok Ahli Pendidikan Satgas Saber Pungli Jabar Irianto saat dikonfirmasi, Jumat (11/9/2020).

Menurutnya, pungutan uang untuk bangunan itu tidak dibolehkan menurut Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah. Dalam aturan itu, uang pembangunan tidak boleh dipatok dengan biaya tertentu.

"Ada ketentuan, yang boleh sumbangan bukan dipatok. Sumbangan besaran tidak harus sama, waktu tidak boleh ditentukan dan tidak ada ikatan, itu baru sumbangan. Ini terjadi kekeliruan dipatok Rp 4 juta, harus dibayar enam kali, enam bulan," katanya.

Bukan Bus Sahabat, Korban Tewas Kecelakaan Maut di Tol Cipali Berasal dari Mobil Avanza

Dalam temuan itu, kata dia, tim juga menemukan bahwa setiap orangtua diundang rapat oleh kepala sekolah. Berdasarkan aturan, iuran untuk sumbangan pembangunan harus diurus oleh Komite Sekolah yang anggotanya gabungan dari orangtua murid.

"Dalam pungutan itu guru jadi bendahara. Padahal di Permendikbud 75 tidak membolehkan guru jadi pengurus komite sekolah. Terus kita lihat lagi rekeningnya, masuk rekening sekolah. Jadi ini permasalahan yang terjadi, lagi didalami," kata dia.

Saat itu, tim sedang mendalami temuan tersebut untuk menentukan kasus itu akan diproses tindak pidana.

"Selebihnya sedang didalami oleh tim. Uang senilai Rp 100 juta jadi barang bukti," ucap Irianto.

Pedagang Batagor Asal Sumedang Positif Covid-19 Setelah Berjualan di Kalideres Jakarta

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved