Selasa, 21 April 2026

Belum Puas Meski yang Sembuh Covid-19 Lebih Banyak, Ridwan Kamil Terinspirasi Penyembuhan Secapa AD

akta perkembangan Covid-19 di Jabar saat ini lebih banyak yang sembuh dibanding pasien yang dirawat.

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Giri
TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, saat berbicara di hadapan media di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Kamis (3/9/2020). 

L‎aporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Fakta perkembangan Covid-19 di Jabar saat ini lebih banyak yang sembuh dibanding pasien yang dirawat.

Data di Pikobar per 3 September 2020 pukul 15.30, pasien sembuh sebanyak 6.339 sedangkan yang dirawat 4.866 orang.

"Kabar baiknya memang yang sembuh lebih banyak, cuma kita belum puas dengan kecepatan kesembuhannya karena empat ribuan yang aktif dan enam ribuan sembuh," ujar Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Kamis (3/9/2020).

Selain pasien Covid-19 yang tinggi, angka kematian selama pekan ini tercatat satu orang.

Meski angka kematian satu orang dalam sepekan terakhir, itu bukan baik.

Ridwan Kamil mengatakan sedang mencari cara bagaimana agar pasien Covid 19 yang sedang dirawat ini kesembuhannya cepat.

Ia terinspirasi penyembuhan siswa di Secapa AD yang kesembuhannya lebih cepat.

Gedung BNNK Sukabumi Ambruk, Timpa Lima Orang yang Coba Selamatkan Diri Satu Luka Parah

"Penyembuhan yang di Secapa itu jadi contoh baik karena itu 100 persen kesembuhannya cepat. Ini karena kekuatan pasiennya atau pengobatannya. Kami ingin gunakan kesuksesan di Secapa itu untuk menyembuhkan 4 ribuan yang masih aktif,"ucap Emil, sapaan akrabnya.

Uji Coba Batal Bikin Program Latihan Berubah, Robert Ingin Pemain Persib Rasakan Atmosfer Laga

Ia menyebut, pihaknya sudah melakukan tes PCR terhadap 223 ribu orang dari target satu persen dari jumlah penduduk atau 500 ribuan tes PCR.

"Untuk Jabar perkembangan Covid-nya terkendali. Definisi terkendali ini karena yang risiko rendah dan sedang lebih banyak dibanding risiko tinggi," ucap Emil. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved