Breaking News:

Tanjakan Langit, Surga Penggila Motor Trail di Bandung Selatan, Pacu Adrenalin di Tengah Hutan Pinus

Langit biru berkelindan dengan hijau pepohonan pinus yang rindang di kaki Gunung Malabar

tribunjabar/mega nugraha
Tanjakan Langit 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Langit biru berkelindan dengan hijau pepohonan pinus yang rindang di kaki Gunung Malabar, tepatnya di Desa Mekarjaya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Semilir angin sejuk kadang sunyi kadang terdengar raungan deru mesin motor.

Tanjakan Langit nama tempatnya. Tempat di selatan Kota Bandung ini setiap harinya didatangi komunitas motor trail maupun pesepeda untuk menguji adrenalin melewati tanjakan-tanjakan beralas tanah batu di tengah rimbunnya pinus‎.

Dari kota Kecamatan Banjaran, tempat ini bisa ditempuh dengan waktu sekitar 30 menit melalui Desa Ciapus. Pantauan Tribun, Minggu (30/8/2020), Tanjakan Langit ini menyajikan lima jalur selebar kira-kira kurang dari 2 meter dengan kontur menanjak di tengah ‎rimbunnya pohon pinus.

Setiap jalurnya memiliki ketinggian variatif. Bisa untuk pengendara sepeda motor trail pemula maupun yang sudah mahir. Untuk melewati setiap jalur, biasanya para pengendara motor mengambil ancang-ancang kemudian menarik gasnya kemudian melaju melewati tanjakan.

ORANG BANDUNG Kritis, Sempat Hilang Terbawa Arus Laut, lalu Dihempaskan oleh Ombak ke Pantai

Tanjakan Langit di tengah Hutan Pinus
Tanjakan Langit di tengah Hutan Pinus (tribunjabar/mega nugraha)

Banyak yang berhasil sampai ke puncak, namun ada juga yang gagal dan lucunya, hanya sampai di tengah jalur. ‎Jika sudah seperti itu, pilihannya berjibaku meneruskan perjalanan sampai ke puncak, atau kembali turun. Dua pilihan itu sama-sama tidak mudah.

Aji (65), dikenal Abah Langit mengatakan, disebut Tanjakan Langit karena tanjakannya paling tinggi. Jika di lihat dari bawah, puncaknya tampak seperti sejajar dengan langit.

"Makanya disebut Tanjakan Langit, atau tepatnya Tanjakan Salangit karena tanjakannya tinggi‎," ujar Aji.

Sejak satu dekade lebih, dia dipercaya komunitas motor mengelola jalur tersebut. Dia juga mendirikan warung yang menyediakan Kopi Malabar, gorengan, mie rebus hingga akhir minum bagi pengunjung. Jika musim hujan, tempat itu justru jadi penuh tantangan.

"Istri buka warung dagangan disini. Alhamdulillah terbantu kalau secara ekonomi. Kalau kesini mah syaratnya harus jaga lingkungan,jangan buang sampah. Tempat ini kan tidak semata-mata untuk olahraga motor, tapi juga supaya kita bertambah sadar untuk tetap cinta lingkungan," ucapnya.

Empat Pembobol Minimarket Disergap, Seorang Ditembak, Beraksi di Karawang Dibekuk di Jakarta

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved