Produksi Inovasi Sendiri, Jabar Mandiri Lawan Covid-19
Jawa Barat tampaknya menjadi provinsi yang paling siap dan mandiri dalam bertempur mengatasi Covid-19.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Jawa Barat tampaknya menjadi provinsi yang paling siap dan mandiri dalam bertempur mengatasi Covid-19.
Betapa tidak, di Jawa Barat terdapat usaha kecil sampai industri besar yang memproduksi peralatan medis dan alat pelindung diri (APD) untuk mengatasi Covid-19.
Perguruan tinggi dan BUMN di Jabar pun terus berinovasi membuat peralatan kesehatan sendiri, mulai dari alat tes Covid-19 sampai ventilator.
• Ini Daftar 32 Daerah di Indonesia yang Masuk Zona Merah Covid-19, di Jawa Barat Ada Satu Kota
Vaksin pun diuji klinis oleh Unpad dan diproduksi di PT Bio Farma di Jawa Barat. Di ujung pemanfaatannya, limbah medis penanganan Covid-19 pun diolah BUMD sendiri.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan upaya swasembada amunisi dan senjata melawan Covid-19 ini akan terus disempurnakan sehingga Jawa Barat akan siap apabila dihadapkan dengan penyebaran Covid-19, ataupun penyakit lainnya.
“Kami bisa menjadi provider produk-produk Indonesia, dan juga bisa eksportir ke dunia. Jabar sekarang bisa swasembada, itu mungkin bedanya Jabar dengan provinsi lain. Dan ini yang membuat kami lebih tenang terkait persiapan-persiapan kalau terjadi gelombang kedua,” ucap Gubernur yang akrab disapa Kang Emil tersebut, beberapa waktu lalu.
Menurut Kang Emil, Jabar diprediksi dapat menjadi pusat kesehatan terbaik di Indonesia. Kemudian, Jabar akan terus intens mengembangkan teknologi dan menerapkannya menjadi solusi masalah kesehatan.
• Kasus Positif Covid-19 Kabupaten Sukabumi Tembus 100 Orang, Terbaru dari Nagrak
Saat ini, kata Kang Emil, 60 persen industri manufaktur di Indonesia berada di Jabar. Maka saat ada pandemi Covid-19, beberapa dari industri tersebut beralih menjadi memproduksi APD atau peralatan penanggulangan Covid-19 lainnya.
Perusahaan alutsista milik pemerintah, PT Pindad juga kini mampu memproduksi ventilator dan alat PCR. Tak hanya perusahaan, Jabar juga proaktif melibatkan institusi pendidikan untuk memproduksi sendiri alat rapid test yang jauh lebih akurat dan murah.
"Sebelumnya kita nunggu drop-dropan dari pemerintah pusat, harga barangnya mahal dan harus impor jadi mau gerak cepat melawan musuh pun lambat, tapi sekarang semua in control jadi saya bisa pesan langsung, datangi pabriknya, lakukan tindakan dan buat keputusan," tuturnya.
Vaksin Covid-19 pun, katanya, tengah diuji klinis oleh Unpad. Dirinya bersama Kapolda Jabar, Pangdam III Siliwangi, dan Kajati Jabar, pun menjadi relawan uji klinis vaksin tersebut. Jika lulus, vaksin ini akan diproduksi oleh PT Bio Farma sampai 250 juta dosis vaksin per tahun pada 2021 dan dapat terus ditingkatkan.
• Jelang Jumenengan PRA Luqman sebagai Sultan Sepuh XV, TNI dan Polri Berjaga di Keraton Kasepuhan
Alat Pelindung Diri, Dari Standard Sampai Inovasi
Di Jawa Barat, Alat Pelindung Diri (APD) konvensional, berupa masker bedah sampai baju hazmat, diproduksi salah satunya di sebuah industri di Kabupaten Bogor, yakni PT Multi One Plus. Dari tempat ini, masker bedah diproduksi sebanyak 250 ribu buah per harinya dan ditingkatkan menjadi 2 juta per hari.
APD pun diproduksi berbagai industri besar lainnya seperti PT Eigerindo Multi Produk Industri (Eiger) dan industri kecil seperti PT Torch. Kedua industri ini pun telah mampu berinovasi menghasilkan produk yang lebih nyaman dipakai dan juga aman.
"Kalau sisi kualitas sudah diuji juga oleh ITB, balai besar tekstil, bahannya juga sudah tidak tembus air. Itu yang kemudian membuat Jawa Barat juara inovasi. APD ini juga bisa dipakai delapan jam tanpa panas. Bahan-bahannya berlapis, dan ada bahan tertentu," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Arifin Soedjayana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/produksi-inovasi-sendiri-jabar-mandiri-lawan-covid-19-_1.jpg)