Polisi Sudah Gelar Tes Kesehatan, Pelaku Menghabisi Nyawa Satu Keluarga di Sukoharjo dengan Sadar

Pelaku pembunuhan satu keluarga di Dukuh Slemben RT 01 RW 5, Desa Duwet, Kecamatan Baki, melakukan aksinya dengan sadar, tidak dalam pengaruh alkohol.

Editor: Giri
Kompas.com
Kondisi rumah lokasi ditemukannya satu keluarga tewas di Dusun Slemben, Desa Duwet, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (22/8/2020). 

TRIBUNJABAR.ID, SUKOHARJO - Pelaku pembunuhan satu keluarga di Dukuh Slemben RT 01 RW 5, Desa Duwet, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Henry Taryatmo (41), melakukan aksinya dengan sadar. Dia  tidak dalam pengaruh alkohol.

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengatakan, pihaknya sudah melakukan tes kesehatan pada pelaku. 

Diketahui, pelaku tidak mengonsumsi alkohol saat melakukan aksinya tersebut.

"Pelaku sadar penuh saat melakukan aksi pembunuhan itu," papar Yugo, Rabu (26/8/2020). 

Sebelumnya, tak hanya mobil Toyota Avanza, sepeda motor Honda Mega Pro milik korban pembunuhan satu keluarga di Dukuh Slemben RT 01 RW 05, Desa Duwet, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo ikut raib dibawa pelaku Henry Taryatmo (41).

 

Yugo mengatakan, pelaku membawa sepeda motor korban kemudian menitipkannya di daerah Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

Sepada motor itu dibawa seusai pelaku melakukan aksi keji membunuh satu keluarga.

Setelah itu, pelaku kembali lagi ke rumah korban untuk mengambil mobil Toyota Avanza dan menjualnya. 

"Motor belum sempat dijual, tapi itu pelaku bawa dulu sebelum ambil mobil," kata Yugo, Rabu (26/8/2020). 

Yugo mengatakan, pihaknya akan segera melakukan rekonstruksi di Mapolres Sukoharjo.

"Kami tahu ada bukti baru setelah melakukan pemeriksaan pada 10 saksi," kata dia. 

Motif pembunuhan satu keluarga di Sukoharjo, Jawa Tengah, hanya satu yakni motif ekonomi.

Korban satu keluarga terdiri dari suami, istri, dan dua anak ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumah pada Jumat (21/8/2020) malam.

tribunnews
Polres Temanggung menggelar perkara kasus pembunuhan seorang ibu, dengan tersangka anak dan menantunya. (KOMPAS.COM/IKA FITRIANA)

Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas, mengatakan, pelaku nekat menghabisi korban karena masalah utang.

Pelaku, sambung Kapolres, memiliki utang yang cukup banyak kepada orang lain.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Solo
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved