Selasa, 28 April 2026

Ada Pasien Hidrosefalus di Sumedang, Erwan Setiawan Minta Jangan Sampai Setelah Viral Baru Ditangani

Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang untuk bergerak cepat

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ichsan
tribunjabar/hilman kamaludin
Ada Pasien Hidrosefalus di Sumedang, Erwan Setiawan Minta Jangan Sampai Setelah Viral Baru Ditangani 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang untuk bergerak cepat dalam menangani pasien Hidrosefalus yang membutuhkan bantuan.

Akhir-akhir ini, ada dua pasien Hidrosefalus yang diketahui membutuhkan bantuan, yakni bayi berusia satu tahun, Andin Saputri yang tinggal sebuah kontrakan kecil di Jalan Kutamaya, Lingkungan Palasari, RT 1/14, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Sumedang Selatan.

Kemudian pasien kedua, Guntur Saputra (7) warga Kelurahan Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan. Keduanya, memang sudah mendapat bantuan, namun hal itu baru dilakukan setelah keduanya viral.

"Saya tidak mau dengar informasinya dari media sosial. Saya mau langsung dari tingkat bawah, RT, RW, dinas terkait. Jangan sampai sudah viral di media sosial, baru turun penanganan," ujar Erwan saat menjenguk pasien Hidrosefalus, Guntur Saputra, Rabu (26/8/2020).

Satu Per Satu Pengedar Sabu-Sabu Sistem Tempel Dibekuk Satnarkoba Polresta Tasikmalaya

Erwan menggambarkan, terlambatnya penanganan pasien hidrosefalus terjadi di Kelurahan Kota Kulon dan Regol Wetan. Akhirnya, menjadi viral di media sosial, sehingga ia juga meminta pihak RT, RW untuk menyisir warga yang menderita hidrosefalus.

"Mohon maaf saya tidak tahu, karena tidak ada laporan, sehingga terlambat penanganannya," kata Erwan.

Setelah ia mengetahui ada dua pasien Hidrosefalus di Sumedang, Erwan meminta kepada Dinas Kesehatan agar kedua pasien tersebut ditangani oleh dokter terbaik.

"Kalau tidak ada (dokter) di Sumedang atau di Bandung mudah-mudahan ada di Jakarta, saya yakin ada yang bisa menangani," ucapnya.

Selain itu, kata Erwan, administrasi kependudukan keluarga pasien Hidrosefalus jangan dijadikan alasan hambatan dalam penanganan, karena siapapun yang perlu pertolongan harus segera ditolong.

Baleriung di Padalarang Disulap Jadi Kelas Pembelajaran Plus Disediakan Wifi Gratis

"Jangan dulu lihat KTP segala macam, sisihkan hal-hal seperti itu, segera tangani pasien yang butuh pertolongan. Jangan sampai karena menunggu administrasi, penanganan pasien sampai tertunda," kata Erwan.

Atas hal tersebut, pihaknya juga meminta kepada pihak terkait untuk memberikan penanganan maksimal kepada pasien hidrosefalus yang ada di Kabupaten Sumedang.

Sementara untuk pihak RT, RW, desa, kecamatan, hingga dinas terkait harus proaktif dalam membantu administrasi kependudukan pasien agar ketika ada laporan bisa langsung segera ditangani.

"Demi kemanusiaan, jika butuh pertolongan saat itu juga, ya segera tolong. Jadi penanganan berjalan, administrasi juga sambil berjalan," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved