Batalyon C Pelopor Polda Jabar Sediakan WiFi Gratis untuk Pelajar, Sering Jadi Guru Dadakan
Beberapa petugas tampak membantu murid-murid SD tersebut menghubungkan ponselnya ke jaringan internet yang disiapkan
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Seli Andina Miranti
"Kami juga selalu menekankan protokol kesehatan dalam setiap kegiatannya," kata M Andri.
Sebelum pembelajaran daring dimulai, Andri juga menyampaikan imbauan mengenai pentingnya menerapkan protokol kesehatan kepada pelajar yang datang.
Di antaranya, mengenakan masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak dengan orang sekitar.
Dalam kesempatan itu, murid-murid SD yang datang juga tampak mengenakan masker.
Mereka juga diharuskan mencuci tangan dan dicek suhu badannya belum memasuki kompleks Masjid Pusaka Gerilya.
Bahkan, saat pembelajaran daring itupun para pelajar terlihat duduk tidak berdekatan dan saling menjaga jarak kira-kira satu meter.
• Ridwan Kamil cs Hari Ini Belum Disuntik Vaksin Covid-19, Baru Dicek Berat dan Tinggi Badan
Selain itu, guru pendamping juga sengaja didatangkan untuk membantu para pelajar tersebut dalam mengikuti pembelajaran daring.
"Kalau tidak berhalangan, biasanya gurunya juga datang membimbing murid-muridnya," ujar M Andri.
Namun, ia mengakui tak jarang personel Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jabar pun menjadi guru dadakan.
Mau tak mau petugas harus mengulang pelajaran yang didapatnya saat duduk di bangku sekolah.
Pasalnya, mereka harus siap ketika ditanya mengenai tugas sekolah oleh pelajar yang mengikuti pembelajaran daring.
"Ini yang menarik, kami juga menjadi guru, dan berusaha menjalankannya semaksimal mungkin meski tentunya banyak kekurangan," kata M Andri.
• Majalengka Mulai Gelar Sekolah Tatap Muka, Anggota Dewan Minta Sekolah Bentuk Gugus Tugas