Breaking News:

Jadi Korban PHK dan Nganggur 8 Bulan, Jamaludin Ngaku Tak Minat Lamar Kerja di Indramayu

Minat masyarakat usia produktif untuk bekerja di kampung halaman masih menjadi persoalan di Kabupaten Indramayu.

tribunjabar/handika rahman
Jamaludin (29) warga Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu saat mengikuti pelatihan Manajemen Pencegahan Covid-19 (Mang Covid) di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker Kabupaten Indramayu, Rabu (19/8/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Minat masyarakat usia produktif untuk bekerja di kampung halaman masih menjadi persoalan di Kabupaten Indramayu.

Salah satunya yang dirasakan oleh Jamaludin (29) warga Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.

Jamaludin mengaku, jika ada kesempatan atau pandemi Covid-19 sudah berakhir, ia ingin kembali merantau ke Jakarta dan bekerja di sana.

"Untuk cari kerja di Indramayu belum begitu minat, pengennya kerja di luar saja," ujar dia saat ditemui Tribuncirebon.com di sela-sela pelatihan Manajemen Pencegahan Covid-19 (Mang Covid) di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker Kabupaten Indramayu, Rabu (19/8/2020).

Diskominfo Purwakarta Klaim Telah Terapkan SPBE, Ini Langkah Konkritnya

Padahal, Jamaludin adalah satu dari sekian banyak korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat pandemi Covid-19.

Awalnya ia bekerja menjadi sopir di sebuah perusahaan di Jakarta. Namun, karena pandemi dan persoalan teknis perusahaan terkait persyaratan yang tak bisa ia dipenuhi membuatnya diberhentikan.

Jamaludin pun memutuskan pulang ke kampung halaman pada awal tahun 2020 lalu.

Sudah 8 bulan terakhir, Jamaludin mengaku tak memiliki pekerjaan tetap.

Namun, saat disinggung apakah tak ingin melamar kerja di perusahaan di Kabupaten Indramayu. Ia mengaku tak tertarik.

Halaman
12
Penulis: Handhika Rahman
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved