Breaking News:

Penyakit Chikungunya

Chikungunya Serang 35 Warga Desa Sukamulya Cianjur, Tak Ada yang ke Rumah Sakit

Iman mengatakan, ada 35 orang warga yang terdata dengan gejala lemas kaki seperti lumpuh disertai dengan demam panas sehari semalam.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Ravianto
NET
Nyamuk Aedes aegypti penyebab chikungunya 

"Chikungunya tidak terlalu berbahaya hanya sendi sakit tapi tidak mematikan," ujar Rosye melalui telepon, Kamis (18/6/2020).

Menurut Rosye banyak yang terjangkit Cikungunya tidak berobat ke dokter karena inkubasi virus hanya 3 hari sampai 7 hari.

"Jumlah penderita Chikungunya tidak sebanyak demam berdarah karena jarang ke rumah sakit atau puskesmas, hanya baru sadar cikungunya setelah sendi sakit," ujarnya.

Rosye enggan berkomentar saat dikonfirmasikan dua kepala Dinas Pemkot Bandung terjangkit Chikungunya.

"Saya kurang tahu ya," ujarnya.

Sementara Kepala UPT Puskesmas Pasirkaliki dr Deborah Ratu mengatakan, yang berobat ke Puskesmas karena chikungunya hanya enam orang.

Menurut Deborah, pandemi COVID19 menjadi fokus masalah kesehatan saat ini, tetapi penyakit lainnya juga perlu diwaspadai seperti Chikungunya.

Chikungunya adalah penyakit disebabkan oleh virus yang ditularkan ke manusia melalui nyamuk Aedes aegypti dan albopictus, dengan Aedes aegypti sebagai vektor utamanya.

Di Indonesia spesies nyamuk tersebut juga merupakan vektor penular Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia, sehingga kasus chikungunya seringkali ditemukan di daerah endemis DBD. 
Chikungunya mempunyai masa inkubasi 2 – 14 hari.

Gejala klinis yang khas untuk chikungunya adalah demam tinggi, mengigil, sakit kepala, mual dan muntah, sakit perut, bintik-bintik merah di kulit terutama badan dan lengan, nyeri sendi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved