Breaking News:

Situs Jambansari Direvitalisasi, Bukti Kerajaan Galuh Pernah Ada, Dianggarkan Rp 9 Miliar dari Pusat

Situs Jambansari, peninggalan sejarah Kerajaan Galuh di kawasan keramaian Ciamis Kota tersebut mulai direvitalisasi dengan dana Rp 9 miliar

Tribun Jabar/Andri M Dani
Tak pernah kering – Mata air Situ Jambansari yang berada di Komplek Situs Makam Jambansari Ciamis Kota ini tak pernah kering setiap musim kemarau. Termasuk pada musim kemarau yang panjang sekarang ini. Lata belakang: Komplek Makam Jambansari dengan cungkupnya yang khas dan menjulang 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Situs Jambansari, peninggalan sejarah Kerajaan Galuh yang berlokasi di kawasan keramaian Ciamis Kota tersebut mulai direvitalisasi yang akan menelan anggaran Rp 9 miliar lebih.

 Bagian dari kawasan seluas 3,8 hektare itu akan dibangun menjadi  pusat sejarah dan kebudayaan Galuh. Sebagai bukti bahwa Kerajaan Galuh itu pernah ada.

Peletakan batu pertama revitalisasi Situs Jambansari tersebut dilakukan oleh Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya, bersama Raja Galuh (raja tanpa mahkota) Rd Hanif Radinal Muchtar, Kepala Balai  Prasarana Pemukiman Wilayah Jabar Ditjen Ciptakarya Kementrian PUPR, Feriko Asya Yogananta, Ketua DPRD Ciamis H Nanang Permana dan unsur muspida, serta Ketua Dewan Kebudayaan Galuh, Dr H Yat Rospia Brata yang juga Rektor Universitas Galuh, Rabu (5/8/2020) siang.

Dalam sambutannya Bupati Herdiat mengingatkan bahwa Kerajaan Galuh itu pernah ada dan selalu ada.

“Situs ini merupakan suatu bukti bahwa Kerajaan Galuh ada. Beberapa bulan lalu, warga Tatar Galuh sempat marah. Harga diri masyarakat Galuh sempat terusik gara-gara omongan babeh (Ridwan Saidi). Hal serupa jangan sampai terulang,” ujar Bupati Ciamis H Herdiat Sunarya dalam sambutannya pada peletakan batu pertama revitalisasi Situs Jambansari Rabu (5/8) siang.

Mengenal Situ Jambansari, Mata Air yang Tak Pernah Berhenti Mengalir Meski Musim Kemarau

Diharapkan dengan revitalisasi Situs Jambansari ini menurut Bupati Herdiat tidak hanya sebagai kebanggaan, ikon, wahana edukasi dan kebudayaan bagi masyarakat tetapi juga berdampak ekonomi bagi warga. “Termasuk saat pengerjaan revitalisasi,” katanya.

Sementara Raja Galuh, Rd Hanif Radinal Muchtar selaku Ketua Yayasan RAA Kusumadiningrat,  menyebutkan Situs Jambansari  yang berlokasi di Jl KH A Dahlan Ciamis tersebut merupakan peninggalan Bupati ke-16 Galuh, RAA Kusumadiningrat yang sohor dipanggil rakyatnya waktu itu,dengan panggilan  Kanjeng Prebu.

Dengan adanya revitalisasi Situs Jambansari diharapkan bisa meningkatkan kemanfaatan peninggalan sejarah Galuh tersebut. “Bisa menjadi ikon dan destinasi unggulan pariwisata. Sebagai wahana edukasi seni, sejarah dan budaya yang berdampak ekonomi bagi warga sekitar,” ujar Raja Galuh Rd Hanif Radinal Muchtar yang juga Sekretaris Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) tersebut.

Rd Hanif Radinal (53),  Sekjen Forum Silaturahmi Keraton Nusantara ( FSKN) saat  ditemui di Situs Jambansari, Kabupaten Ciamis, Minggu (19/1/2020) sore.
Rd Hanif Radinal (53), Sekjen Forum Silaturahmi Keraton Nusantara ( FSKN) saat ditemui di Situs Jambansari, Kabupaten Ciamis, Minggu (19/1/2020) sore. (Tribun Jabar/Andri M Dani)

Revitalisasi dan renovasi Situs Jambansari tersebut menurut Rd Hanif meliputi penataan landsekap Situs Jambansari dan Penataan Kawasan Museum Galuh Pakuan. Dengan anggaran sebesar Rp 9.148.000.000 yang bersumber dari Kementerian PUPR. “Pengerjaannya mulai hari ini sampai 5 bulan hari kalender ke depan,” jelasnya.

Di kawasan Situs Jambansari tersebut katanya dibangun amphiteater, pendopo sanggar untuk pertunjukan seni, plaza dan ruang terbuka hijau, penataan situ serta penunjang lainnya seperti pedestrian..

“Tetapi keberadaan hamparan sawah tetap dipertahanan  untuk pengembangan pertanian organik,” ujar Rd Hanief.

Dari 3,8 hektare luas kawasan Situs Jambansari tersebut setengahnya merupakan hamparan sawah yang selalu mendapat pasokan air dari mata air termasuk saat kemaraupun tak pernah kering. Dan tetap akan menjadi bagian dari lansekap Situs Jambansari.

Kepala Balai Prasana Pemukiman Wilayah Jabar Ditjen Ciptakarya Kementrian PUPR, Ferico Asya Yogananta menyebutkan untuk revitalisasi lansekap Situs Jambansari akan dibangun plaza, gazebo, theater terbuka, ruang publik, tempat parkir, pengaspalan jalan,  serta galery UMKM .

“Sesuai dengan Intruksi Menteri PUPR No 2 tahun 2020, pengerjaan revitalisasi Situs Jambansari ini wajib mematuhi protokol kesehatan secara konsekwen,” ingat Ferico (andri m dani)    

Penulis: Andri M Dani
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved