MPLS di Jabar
Senangnya Siswa Baru SMAN 2 Indramayu Bisa Kembali ke Sekolah, Saking Semangat Berangkat Lebih Awal
Momen kembali ke sekolah dialami sejumlah siswa. Ini perasaan mereka bisa melihat dan menginjak lagi lingkungan sekolah.
TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Sudah lebih dari empat bulan siswa-siswi di Jawa Barat terpaksa belajar di rumah.
Momen kembali ke sekolah dialami sejumlah siswa terutama siswa baru di masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).
Sejumlah siswa baru di SMAN 2 Kabupaten Indramayu mengaku senang dan bersemangat bisa kembali datang ke sekolah pada hari pertama tahun ajaran baru 2020/2021.
Salah seorang siswa baru, Silvi Anuanjari (16), mengatakan saking semangatnya ia bahkan sudah berangkat dari rumah satu jam lebih awal dari jadwal yang sudah ditentukan.
"Tadi sudah berangkat sejak pukul sembilan, padahal MPLS baru mulai pukul sepuluh. Perasaannya senang banget, sudah lama enggak ke sekolah," ujarnya.
Kegembiraan juga diungkapkan siswa baru lainnya, Khotimah (15).
Ia juga mengaku bersemangat mengikuti kegiatan MPLS.
Kegiatan MPLS di SMA, ujarnya, sangat berbeda dengan yang ia alami dulu saat masuk SMP.
"Tadi habis upacara pengenalan sekolah, masuk kelas buat perkenalan, terus keliling-keliling sekolah," ujarnya.

Hal berbeda diungkapkan Amanda Diah Pitaloka Citaresmi (15), peserta didik baru di SMAN 27 Kota Bandung.
Di Kota Bandung, semua sekolah menggelar MPLS secara daring. Amanda mengatakan, ada perasaan berbeda mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah, namun harus melakukannya di rumah.
Terlebih, sekalipun dilakukan secara daring, ia tetap harus mengenakan seragam putih abu-abu. Ia juga tak dapat mengenal dan berinteraksi secara langsung, baik dengan teman-teman maupun para guru barunya.
"Pastinya ada perasaan yang beda ya. Kalau dulu waktu MPLS di SMP kan hari pertama itu, waktunya untuk mencari teman sebanyak mungkin, juga mengenal siapa saja guru-guru yang nanti menjadi pembimbing kita selama tiga tahun ke depan. Kalau sekarang, kita cuma kenal nama aja, tapi enggak ada ikatan emosional gitu," ujarnya saat ditemui Tribun Jabar di sela kegiatan MPLS daring di rumahnya di Komplek Rancanumpang, Gedebage, kemarin.
Hal senada dikatakan Agus Hidayat (15) peserta didik baru di SMAN 21 Bandung.
Namun, kata Agus, ia tak mempermasalahkan MPLS secara daring ini.