Minggu, 3 Mei 2026

TKW Asal Sumedang yang Meninggal di Malaysia Baru Dimakamkan Setelah 9 Hari, Ini Alasannya

jenazah Atin baru tiba setelah 9 hari karena di Malaysia harus melalui proses identifikasi, otopsi dan menyelesaikan prosedur administrasi.

Tayang:
Istimewa
Proses pemakaman TKW asal Sumedang yang meninggal dunia di Malaysia. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Jenazah Atin Permana (24), Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang meninggal di Malaysia akibat mengalami lumpuh baru bisa dimakamkan setelah 9 hari karena baru tiba di rumahnya, pada Senin (13/7/2020) pagi.

TKW asal Dusun Cikaraha, RT 3/4, Desa Bugel, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang itu mengalami lumpuh setelah stroke selama 8 bulan akibat kecelakaan kerja. Dia terjatuh dari tangga di tempat kerjanya dan meninggal pada 4 Juli 2020.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang, Asep Sudrajat, mengatakan, jenazah Atin memang baru tiba setelah 9 hari karena di Malaysia harus melalui proses identifikasi, otopsi dan menyelesaikan prosedur administrasi.

Si Bison, Sapi Limosin Seberat 900 Kilogram Itu Menjelang Iduladha Dijajakan di Cisarua KBB

"Tapi itu tidak masalah, karena untuk jenazahnya ada proses medis yang dilakukan pihak rumah sakit disana (Malaysia)," ujar Asep saat ditemui Tribun Jabar di Kantornya.

Sebetulnya, kata Asep, pihak keluarga sudah mengikhlaskan jenazah Atin dimakamkan di Malaysia. Namun, Bupati Sumedang meminta agar TKW tersebut dimakamkan di kampung halamannya.

"Karena kalau masalah TKW mau meninggal atau hidup, pak Bupati (Dony Ahmad Munir) ingin warganya tetap pulang," katanya.

Kepala Desa Bugel, Asep, mengatakan, jenazah Atin diantarkan mobil ambulan dari rumah sakit di Jakarta dan tiba di rumah duka pada pukul 06.12 WIB.

"Jenazah Atin disemayamkan di rumah duka, untuk kemudian disolatkan, dan dimakamkan sekira pukul 09.12 di TPU Desa Bugel," ucap Asep.

Dipepet, Diikuti, Dianiaya, Barang Pun Digasak, Tiga Orang jadi Korban Begal di Pasteur Tadi Malam

Ia mengatakan, pemakaman Atin dihadiri keluarga, pihak Desa Bugel, kecamatan, Satpol PP, dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Jawa Barat.

"Atin meninggalkan suami dan satu-satunya anak perempuan yang masih duduk di bangku SD," ucapnya.

Diberitakan Tribun Jabar sebelumnya, awalnya Atin berangkat ke Malaysia pada tahun 2019 lalu tanpa sepengetahuan pihak keluarga dan dia berangkat secara ilegal.

Setelah itu, dia tidak ada kabar dan tidak ada komunikasi dengan pihak keluarga, lalu pada awal bulan Juni 2020 ada kabar dari sesama TKW bahwa Atin dalam keadaan sakit lumpuh.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved