Hari Pertama MPLS di SLBN Cicendo Kota Bandung, Tak Boleh Ada Jeda karena Isyarat Bisa Berbeda

Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2020 secara daring, bukan hanya diikuti oleh siswa baru

Penulis: Cipta Permana | Editor: Ichsan
tribunjabar/cipta permana
Hari Pertama MPLS di SLBN Cicendo Kota Bandung, Tak Boleh Ada Jeda karena Isyarat Bisa Berbeda 2 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2020 secara daring, bukan hanya diikuti oleh siswa baru di SMA/SMK, tetapi juga oleh sejumlah anak berkebutuhan khusus (ABK) di Sekolah Luar Biasa Negeri Cicendo ( SLBN Cicendo ) Kota Bandung.

Meski aktivitas kegiatan di sekolah yang berdiri sejak tahun 1930 lalu tersebut, tampak sepi dari berbagai kemeriahan penyambutan tahun ajaran baru, sebagai dampak belum selesainya pandemi covid-19.

Namun, beberapa orang tenaga pendidik atau guru tampak fokus menatap layar monitor laptop masing-masing, sambil sesekali memberikan arahan dengan bahasa isyarat kepada para ABK tuna rungu yang menjadi peserta didik baru melalui aplikasi zoom.

Perasaan Siswa Baru di Satu SMA di Indramayu, Ikuti MPLS di Sekokah Saat Pandemi Covid-19

"Karena di kami hanya ABK tuna rungu saja, maka engga terlalu sulit dalam menyampaikan materi dan pembagian tugas karena sudah dilakukan simulasi beberapa waktu lalu. Untuk pemberian tugas dalam MPLS ini kami meminta siswa membuat resume dari setiap pemateri dan beberapa tugas yang dapat mengeksplorasi minat dan potensi bakat dari setiap anak," ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaaan SLBN Cicendo, Ratna Kurniati saat ditemui di SLBN Cicendo, Senin (13/7/2020.

Ratna mengatakan, jumlah peserta didik baru di SLBN Cicendo mencapai 30 siswa, terdiri dari dua anak di jenjang TK, delapan siswa SD, sembilan siswa SMP, dan sebelas siswa SMA.

Ia menambahkan, dalam MPLS tahun ini, pihaknya mengusung tema 'Jarak Tak Jadi Penghalang'. Akan ada 12 materi yang akan disampaikan selama 12 hari kedepan yang mengedepankan life skill selain kurikulum, diantaranya, materi mengenai keluarga sadar hukum, bahaya narkoba, ekstra kulikuler, tata tertib lalu lintas, protokol kesehatan COVID-19, pendidikan antikorupsi dan sebagainya.

Pakai Seragam Curian, Dua TNI Gadungan Ini Lakukan Pembegalan di Bandung

"Hanya kita bagi waktu saja. Tahun-tahun sebelumnya tatap muka, sekarang seperti materi lebih dirampungkan lagi. Dulu sejam per materi, sekarang 20 menit saja per materi," ucapnya.

Walau begitu, Ratna mengakui sempat terjadi beberapa kendala di awal. Salah satunya adalah masalah koneksi dan keterbatasan perangkat.

"Karena bila terjeda, makna dari isyaratnya akan berbeda. Kedua banyak keluhan dari orang tua, hanya memiliki satu ponsel, yang harus digunakan secara sedangkan bersamaan dengan saudaranya yang juga harus belajar. Makanya kita siasati dengan mengirimkan materi berupa hardcopy ke rumah masing-masing, kami telah menyiapkan petugas yang aman mendistribusikannya, karena dalam kondisi saat ini tidak boleh ada kerumunan," katanya

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved