Breaking News:

Cerita Orangtua Siswa selama Belajar Daring, Susah Kontrol Anak dan Biaya Tambahan untuk Internet

Dirinya mengaku kecewa saat pihak sekolah mengumumkan bahwa pembelajaran kembali akan dilakukan secara daring mulai besok.

Tribun Cirebon/ Eki Yulianto
Dena (36), salah satu Orangtua siswa baru di SMP N 1 Majalengka 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA- Untuk mencegah penularan virus Corona, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan masih memberlakukan pembelajaran di rumah melalui sistem dalam jaringan (daring).

Informasi tersebut tampaknya disesalkan oleh sebagian orang tua di berbagai daerah, tak terkecuali di Kabupaten Majalengka.

Dena (36), salah satu Orangtua siswa baru di SMPN 1 Majalengka mengatakan, dirinya menyambut baik dengan kembalinya para siswa ke sekolah melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Wali Kota Bandung Berharap Orangtua Dampingi Siswa Saat MPLS Daring dan PJJ

Ia mengaku jenuh, selama tiga bulan terakhir anaknya berada di rumah dengan sistem pembelajaran daring.

"Alhamdulilah senang, bisa kembali ke lingkungan sekolah sebagai siswa baru. Selama ini siswa belajar di rumah itu bikin jenuh, anak saya juga mengaku ingin sekolah," ujar Dena saat ditemui di lingkungan sekolah SMP N 1 Majalengka, Senin (13/7/2020).

Namun, dirinya mengaku kecewa saat pihak sekolah mengumumkan bahwa pembelajaran kembali akan dilakukan secara daring mulai besok.

MPLS di SMPN 1 Majalengka.
MPLS di SMPN 1 Majalengka. (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

Meski, selebihnya ia kembalikan lagi ke pemerintah dan mengaku akan mengikuti semua anjuran yang telah ditentukan.

"Mendengar, pembelajaran kembali akan dilakukan secara daring, ya kecewa sih, cuma mengikuti aturan pemerintah saja," ucapnya.

Sebab, Dena mengaku, di luar keinginannya berharap pembelajaran dilakukan secara tatap muka, dirinya pun merasa khawatir akan kesehatan anaknya di masa pandemi Covid-19.

Terlebih, anak merupakan salah satu kategori yang rentan terhadap mudahnya virus Corona merasuki usia muda.

"Karena saya juga sebagai orang tua khawatir kepada anak akan bahayanya wabah virus Corona seperti sekarang ini," jelas dia.

Masih disampaikan warga Kecamatan Majalengka itu, bahwa dirinya juga mengalami sejumlah kesulitan di masa program pembelajaran anaknya yang belajar di rumah.

Pakai Seragam Curian, Dua TNI Gadungan Ini Lakukan Pembegalan di Bandung

Salah satunya, mengontrol setiap anaknya belajar di saat ia harus tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Yang bikin kesulitan itu, mengontrol anak belajar selama melalui sistem online, karena saya selama ini kerja, oleh karena itu inginnya mah belajar di sekolah. Saya juga mau tidak mau harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli kuota internet untuk belajar sang anak," kata Dena.

UPDATE Kasus Covid-19 Kota Tasikmalaya, Jadi 55 Kasus, Penambahan Berasal dari Tenaga Medis

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved