Breaking News:

Virus Corona di Jabar

Jenderal Andika Perkasa Sebutkan Kesulitan Kerjakan Perintah Prabowo, Jelaskan Pasien di Secapa AD

Jenderal TNI Andika Perkasa mengakui tidak ada hal yang ditutupi terkait temuan pasien Covid-19 di Secapa TNI AD dan Pusdikpom.

Tribunjabar.id/Ery Chandra
Kawasan sekolah berasrama di Sekolah Calon Perwira atau Secapa TNI AD, Kota Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengatakan agar seluruh prajurit TNI menjalani swab tes.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menyambut baik apa yang disampaikan oleh Prabowo Subianto.

"Keinginan Menhan untuk anggota TNI menjalani swab tes, sangat bagus sekali. Tapi memerlukan alat swab yang banyak dan laboratorium yang banyak. Tapi kami senang, karena swab hasilnya lebih akurat," kata KSAD di Makodam III/Siliwangi, Sabtu (11/7/2020).

Jenderal Andika Perkasa Jelaskan Ribuan Siswa Secapa TNI AD Kena Covid-19, Awalanya Mengeluh Bisul

Jenderal TNI Andika Perkasa mengakui bahwa tidak ada hal yang ditutupi terkait temuan Covid-19 di Secapa TNI AD dan Pusdikpom.

Saat ini, TNI AD masih terus berusaha meningkatkan kesiapan dan kemampuan rumah sakit serta tenaga medis untuk menanggulangi Covid-19.

"Kami menyadari masih ada kekurangan. Saat ini kami sedang berusaha agar rumah sakit bisa lebih siap menampung pasien dan lebih cepat memutuskan status pasien apakah ODP, PDP, atau positif. Kami juga mengejar pengadaan laboratorium PCR," katanya.

Berkaitan dengan kegiatan pembelajaran Pasis Secapa AD saat ini, KSAD mengatakan bahwa Pasis masih melaksanakan pembelajaran sesuai kurikulum.

Namun, kegiatan yang bersifat akademis dan latihan di luar sudah selesai dilakukan, karena Andika mengatakan bahwa minggu ini merupakan minggu terakhir sebelum pendidikan ditutup.

Terkait apa yang dilakukan oleh ribuan orang di Secapa AD selama masa karantina dan isolasi, Andika Perkasa mengatakan pasien tetap diawasi kesehatannya dan aktivitasnya.

"Diberikan obat, makan teratur, istirahat (tidur) delapan jam, dan olahraga yang tidak menyebabkan kelelahan yang berlebihan, itulah upaya yang dilakukan di Secapa AD," katanya.

6 Tenaga Medis RSU dr Soekardjo di Tasikmalaya Diduga Terpapar Corona Hasil Pemeriksaan Belum Keluar

Saat waktunya tidur di malam hari, KSAD meminta agar pasien tidak mengaktifkan ponselnya. Karena, ribuan orang tersebut rata-rata tanpa gejala tapi pikirannya terganggu.

Jenderal TNI Andika Perkasa menambahkan, ada 1198 Pasis di Secapa TNI AD.

Seluruh Pasis tersebut dibagi ke dalam 29 barak. Meskipun ada yang tinggal dalam satu barak, ada 207 Pasis yang tidak terpapar dan 991 orang terpapar corona.

Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved