Breaking News:

Pemkab Bandung Barat Lakukan Tracing, 11 Data dari Provinsi Jawa Barat Soal Positif Covid-19 Rancu

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat sudah melakukan tracing kepada 11 kasus positif Covid-19 yang dinilai rancu.

Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Ilustrasi Rapid Test 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUBJABAR.ID, NGAMPRAH - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat sudah melakukan tracing kepada 11 kasus positif Covid-19 yang dinilai rancu.

Pasalnya 11 kasus positif Covid tersebut, dijadikan GTPP COVID-19 Jawa Barat menentukan level kewaspadaan di KBB menjadi menurun ke level kuning yang sebelumnya biru.

Sekretaris Daerah (Sekda) KBB, Asep Sodikin mengatakan GTPP Covid-19 Jawa Barat kurang tepat mengkategorikan KBB masuk level kuning, karena beberapa data yang dipakai Provinsi Jawa Barat untuk menentukan level kewaspadaan tidak tetap.

Bila RUU HIP Tetap Dibahas DPR RI, Ulama dan Santri Ciamis Ancam Siap Kembali Kepung Jakarta

"Data ini berbeda dengan hasil kajian kita. Padahal setiap hari kita update ke propinsi. Antara data pusat, provinsi, dan kita berbeda. Kita sudah klarifikasi dengan divisi riset perencanaan dan epidemiologi gugus tugas provinsi. Tapi belum diperbaiki," ujar Asep saat ditemui, Jumat (3/7/2020).

Asep mengatakan pihaknya sudah melakukan pengecekan ke lokasi hasil data dari Provinsi Jawa Barat tersebut, namun setelah dicek ke lokasi ada kerancuan. Lantaran sebagian besar pasien positif tersebut tinggal di luar KBB, namun tetap mengantongi KTP Bandung Barat.

"Sebelumnya, pada hari Rabu langsung dengan Dinkes provinsi. Jadi ditemukan ada data kasus di kecamatan Parongpong dan Lembang, berdasarkan data di Rumah pasien tersebut tinggal di Lembang, tapi saat kita tracing ke sana keluarganya tidak ada karena sudah 3 tahun tinggal di Bandung, " jelasnya.

Tragis, Ayahnya Tak Lunasi Utang Narkoba Rp 2,1 Juta, Siswi SMP Diperkosa dan Dibunuh di Kebun Karet

"Kasus di wilayah Selatan, setelah kita cek ternyata di Margaasih. Rumah sakit langsung memberikan data ke pusat alamat di Bandung Barat. Total ada 11 kasus  yang setelah kita klarifikasi gak jelas keberadaannya di Bandung Barat. Ini menjadi dasar hukum evaluasi ini tentu mempengaruhi angka reproduksi Covid-19, karena seolah ada kasus padahal tidak ada, " jelasnya.

Selain itu, pihaknya mempertanyakan soal tingkat kesembuhan, data GTPP Covid 19 Jabar mencatat angka kesembuhan KBB lambat, padahal hingga saat ini jumlah pasien Covid 19 yang dirawat tinggal 13 orang.

"Tingkat kesembuhan itu juga mempengaruhi, datanya lambat sekali. Padahal pasien yang dirawat tinggal 13 orang. Di Provinsi justru berbeda, sudah klarifikasi, tapi belum terkoreksi," ujarnya.

Sementara itu, Pemkab Bandung Barat bakal melaksanakan kajian epidemiologi secara mandiri dalam waktu dekat ini, sehingga mengetahui level kewaspadaan Covid-19 berdasarkan data real

Hasil kajian terakhir indeks reproduksi Covid-19 KBB masih di bawah satu yaitu 0,87.

"Kami akan segera melakukan kajian epidemiologi lebih lanjut dengan data yang ada. Bapelitbangda akan melakukan itu," pungkasnya.

Penulis: Syarif Pulloh Anwari
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved