Insiden Ricuh di Halaman Parkir BPN Cianjur, Begini Kata Humas BPN Cianjur
Supriyadi mengatakan, insiden berawal dari security yang menegur pengunjung yang datang dan tak memakai masker.
Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin
TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Kepala Urusan Umum dan Kepegawaian BPN Cianjur Supriyadi, menjelaskan kronologis insiden di halaman parkir kantor BPN Cianjur, Jumat (12/6/2020).
Supriyadi mengatakan, insiden berawal dari security yang menegur pengunjung yang datang dan tak memakai masker.
"Kejadian hari Jumat lalu, ada seorang pemohon datang, ia pakai motor lalu ditegur karena tak mau ikut protokol covid-19," kata Supriyadi di kantor BPN Cianjur, Rabu (17/6/2020).
• RESMI Polisi Menahan Tersangka Pembakar Kakak Kandung, Sang Kakak Meninggal Sepuluh Hari Kemudian
Ia mengatakan, Satpam BPN sudah bersikap santun, kebetulan dirinya ada di pos satpam.
Supriyadi mengatakan, ia langsung menyuruh pemohon itu untuk kembali lagi.
"Kalau tak mau ikut protokol saya suruh pulang, akhirnya ngotot, lalu datang security Iwan yang lagi off jaga," kata Supriyadi.
Menurutnya, keduanya saling ngotot lalu ia menciba melerai, ia meminta untuk mengeluarkan pemohon dari parkir ke gerbang luar.
• 20 Tentara India Tewas dalam Bentrok dengan Tentara China, Tangan Kosong tanpa Senjata Api
"Saya juga minta security untuk mengeluarkan motornya dan disuruh pulang," katanya.
Setelah itu kericuhan mulai terjadi, Supriyadi mengatakan ia sempat kena pukul saat pemohon tersebut mulai meronta saat dipegangi.
"Saya sempat kena pukul masalah disengaja atau tidak saya kurang mengetahui, akhirnya komandan regu mendekap pemohon tersebut pakai tangan, lalu pemohon tersebut sempat menggigit danru, akhirnya dibubarkan setelah itu," kata Supriyadi.
Menyoal minuman keras, kata Supriyadi, pihaknya dengan tegas mengatakan tak pernah terjadi hal itu.
"Di ruang tunggu satpam, tak mungkin digunakan untuk minum minuman keras," kata Supriyadi.
Demikian halnya dengan keluarnya kata-kata kasar, Supriyadi membantah hal tersebut.
Pihaknya memohon maaf tak bisa dikonfirmasi setelah kejadian karena ada urusan kantor di Cirata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-kantor-bpn.jpg)