Tim Saber Pungli Jawa Barat Datangi Balai Kota Bandung, Ada Apa, Ya?
Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Jawa Barat mendatangi Balai Kota Bandung, Selasa (16/6/2020).
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM
TRIBUNJABAR. ID, BANDUNG - Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Jawa Barat mendatangi Balai Kota Bandung, Selasa (16/6/2020).
Kedatangan tim dipimpin Ketua Pelaksana Satgas Saber Pungli Jawa Barat, Kombes Pol Syahri Gunawan, berniat mengajukan Kota Bandung sebagai percontohan birokrasi bebas pungli ke tingkat pusat.
Menurut Syahri, Kota Bandung sebagai daerah paling siap sehingga pihaknya mengusulkan Kota Bandung sebagai pilot project birokrasi bebas pungli dari Jawa Barat.
Syahri menekankan, pencegahan pada pungutan liar, sinergitas antara tim saber pungli bersama jajaran Pemkot Bandung sangat diutamakan.
“Wilayah harus menjadi bebas korupsi. Insya Allah Bandung ini siap. Sehingga nanti bersama-sama akan meninjau proyek dan fasilitas yang ada dan kesiapan dari semua personelnya,” ungkap Syahri.
Dia menuturkan pemantauan Satgas Saber Pungli Jawa Barat sudah sejak lama sampai kini di tengah pandemi Covid-19. Hingga sekarang ini di Kota Bandung tidak ditemukan adanya penyelewengan yang dilakukan selama penanganan virus corona.
“Semua bersinergi, ada polres, ada bhabinkamtibmas, ada intelijen, semua bergerak. Alhamdulillah sampai saat ini belum ditemukan terjadi penyimpangan di Kota Bandung, masih terkendali,” katanya.
Wali Kota Bandung, Oded M Danial, menyambut gembira jika Kota Bandung menjadi daerah percontohan.
“Tadi Ketua Saber Pungli Jawa Barat menyampaikan bahwa Kota Bandung akan dijadikan pilot project untuk bebas pungli. Insya Allah kita harus optimisris, kita harus bisa,” ujar Oded di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana.
Oded langsung berkoordinasi dengan tim Saber Pungli Kota Bandung, termasuk bersama inspektorat beserta Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) untuk meningkatkan pengawasan terhadap beragam langkah dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Saya sudah sampaikan bahwa harus mengikuti arahan-arahan dari atas. Kedua, harus memperkokoh silaturahmi dan koordinasi yang baik,” tuturnya.
Oded menegaskan, untuk menjaga birokrasi bebas pungli bukan terletak pada masifnya mengorek persoalan dan melakukan penindakan. Justru yang terpenting menekankan pada edukasi dan sosialisasi menciptakan sikap integritas dan kredibilitas para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bandung.
“Semuanya harus bagus, penindakan sosialisasi dan edukasi, semua komprehensif bergerak. Karena kita bukan sebagai perlombaan, tapi ini yang terpenting harus terimplementasi di lapangan,” ujarnya.
Sekretaris II Saberpungli Jabar, A. Rusman, mengatakan ada 30 jenis potensi pungli salah satunya pada penerimaan peserta didik baru (PPDB).
• MKD DPR RI Ikut Masuk Pusaran Masalah Krisdayanti dan Anaknya, Semua Berawal dari Sini