Rabu, 6 Mei 2026

Komunitas Hong Bisa Berdiri Berkat Penelitian Zaini Alif Mengenai Permainan Tradisional

KOMUNITAS Hong merupakan karya Zaini Alif. Komunitas ini lahir berlatar belakang penelitannya mengenai permainan tradisional. Semua pikiran Zaini terc

Tayang:
Editor: Januar Pribadi Hamel
Istimewa/Komunitas Hong
Zaini Alif, Pendiri Komunitas Hong 

Dari ratusan permainan itu, di antaranya ada egrang, congklak, perepet jengkol, ngadu kaleci (kelereng), dan boy-boyan.

Untuk menikmati permainan tersebut pengunjung harus registrasi Rp 50.000 per orang.

Pengunjung harus datang berombongan, minimal 60 peserta, dan wajib reservasi terlebih dulu di website dan instagram.

"Dengan membayar Rp 50.000, pengunjung sudah mendapat paket lengkap. Mulai dari workshop permainan, bermain bersama, mini olimpiade permainan, terus dapat mainan satu, dan semua hasil workshop bisa dibawa pulang," kata pendiri Komunitas Hong, Zaini Alif.

Tadinya, menurut Zaini, untuk menikmati fasilitas di pakarangan ulin Komunitas Hong, pengunjung tidak membayar.

Namun, katanya, ternyata saat pengunjung bermain dibutuhkan material.

Komunitas Hong Tutup, Anak-anak Diajak Bermain di Rumah Saja Lewat Online Youtube dan Instagram

Komunitas Hong di Jalan Bukit Pakar Utara, Tempat Bermain dan Belajar Permainan Tradisional

"Materialnya itu harus mengambil jauh dan butuh biaya. Setelah dihitung-hitung, butuh bayaran. Maka, sejak itu, dikenakan ongkos masuk untuk para pengunjung," kata Zaini.

"Alhamdulillah, akhirnya bisa menghidupi dan mempekerjakan banyak orang di sana."

Menurut Zaini, Komunitas Hong dibentuk berdasarkan kajian dia. Dalam kajian yang dilakukannya itu, ternyata ada tiga permasalahan mengapa permainan tradisional tidak dimainkan.

"Ketiga permasalahan tersebut adalah, pertama, tidak ada data permainan, kedua tidak adanya tempat bermain, dan ketiga tidak ada bahan baku bermain," ujarnya.

Komunitas Hong, kata Zaini, menyediakan itu semua. Menurutnya, Komunitas Hong dibentuk untuk menghilangkan kendala tersebut.

Jadi, kata Zaini, bagi yang membutuhkan data permainan tradisional silakan datang ke sana karena semuanya sudah tersedia.

"Kamunitas Hong juga menyediakan tempatnya ada. Silakan datang untuk bermain. Kami juga menyediakan bahan baku permainannya," kata Zaini.

Awalnya, Zaini tidak berpikir Komunitas Hong jadi tempat wisata. Namun, katanya, Komunitas Hong terbentuk untuk sumber pembelajaran, untuk mendukung pembelajaran di sekolah.

Komunitas Hong Tutup Dulu

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved