Komunitas Hong Tutup, Anak-anak Diajak Bermain di Rumah Saja Lewat Online Youtube dan Instagram
Pada masa pandemi virus korona, Komunitas Hong menyetop semua kegiatan yang bersifat luring. Mereka mengajak anak-anak bermain lewat oline dan di rum
TRIBUNJABAR.ID - Pada masa pandemi virus korona, Komunitas Hong menyetop semua kegiatan yang bersifat luring. Mereka mengajak anak-anak bermain lewat oline dan di rumah saja. Anak-anak bisa melihatnya di Youtube dan Instagram.
Tempat bermain di Pakarangan Ulin, Jalan Bukit Pakar Utara No. 26, Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, ditutup untuk umum.
Menurut pendiri Komunitas Hong, Zaini Alif, dia bersama timnya sedang menyusun kira-kira permainan apa yang tidak melanggar standar protokol adaptasi kebiasaan baru (AKB).
Zaini tengah memilih permainan yang bisa dilakukan oleh pemainnya saling berjauhan dan tidak bersentuhan.
"Kalau sudah tersusun dengan baik, kami buka kembali. Saya tidak ingin kalau buka sekarang tempat permainan di Hong ini jadi klaster baru, penyebaran penyakit juga. Jadi, benar-benar harus safety, aman," kata Zaini kepada Tribun lewat aplikasi Zoom, Jumat (12/6).
Meski Pakarangan Ulin tidak buka, Komunitas Hong tetap mengadakan kegiatan secara daring.
Menurut Zaini, selama tiga bulan belakang, komunitasnya menyosialisasikan permainan tradisional yang bisa dimainkan di rumah melalui berbagai media.
"Lewat Instagram, Facebook, Youtube. Saya buat channel Youtube 'Main di Rumah Saja Zaini Alif'.
Channel itu untuk menyebarkan permainan yang bisa dimainkan di rumah. Jadi memberikan cara bermainnya dan tutorial permainannya seperti apa," kata Zaini.
Biasanya, Zaini menyapa orang tua dan anak-anak melalui Instagram atau Youtube setiap hari. Jadwal praktiknya pada pukul 15.30-18.00 setiap hari Senin-Jumat.
Adapun pada Sabtu-Minggu jam praktik bermain dilaksanakan pada pukul 07.00-18.00.
Dalam video itu, Zaini mengajak anak-anak dan orang tua untuk memainkan permainan tradisional yang peralatannya sudah tersedia di rumah. Video tersebut disediakan secara live dan tayangan ulang.
"Bermainnya tidak harus menggunakan peralatan yang sulit, seperti kalau butuh batu tidak harus mengambil batu di luar, tetapi cukup mengambil perlengkapan yang ada di rumah saja," kata Zaini.
Zaini berharap nantinya vidoe-videonya bisa menjadi data bagi yang membutuhkan informasi permainan tradisional.
Menurutnya, data-datanya tersebut bisa menyebar ke mana-mana hingga ke Inggris.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/komunitas-hong.jpg)