Kisah Kakek Penjual Dorokdok di Cicalengka Viral, Jualan sampai Malam dan Tidur di Masjid
Tidak semua orang yang memiliki keterbatasan, baik fisik maupun usia memilih menjadi peminta-minta dan bermalas-malasan.
Penulis: Fasko dehotman | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman
TRIBUNJABAR.ID, CICALENGKA - Tidak semua orang yang memiliki keterbatasan, baik fisik maupun usia memilih menjadi peminta-minta dan bermalas-malasan.
Sebab, nyatanya di sekitar kita masih banyak para orang tua yang memilih mencari nafkah di usia senja mereka.
Satu di antaranya adalah seorang Kakek penjual dorokdok dan camilan khas Jawa Barat di Cicalengka, Kabupaten Bandung.
Kisah mengenai kakek ini diviralkan Gan Gan Ghania. Dia mengunggahnya ke akun Instagram @bdgtimurku.
Dari unggahan itu, kakek yang tidak diketahui namanya, kerap berjualan di depan Griya Cicalengka, Jalan Raya Barat No 315, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung.

Kakek ini berjualan mulai dari sore hingga malam untuk menafkahi keluarganya.
Guna mendapatkan info yang lebih jelas tentang kisah kakek penjual dorokdok ini, Tribun menyambangi lokasi di Griya Cicalengka, Jumat (12/6/2020) sore.
Namun, kakek penjual dorokdok itu tidak tampak di lokasi.
Dari info yang didapatkan dari @bdgtimurku, kakek tersebut berasal dari Tasikmalaya.
Ia berjualan sambil duduk. Dagangannya terkadang belum juga laku hingga malam hari.
Sesekali dia beristirahat sambil mengusap peluh yang bercucuran dari dahinya.
• Cimahi Jadi Zona Biru, Garut Kembali ke Zona Kuning, Bagaimana Kota Bandung?
Bila sedang sepi, camilan yang dijual kakek itu baru habis dalam waktu beberapa hari. Jika sudah demikian, ia akan beristirahat di emperan toko atau masjid di sekitar daerah Cicalengka.
• Nyaris Adu Jotos, Pengunjung Kantor BPN Cianjur Terlibat Cekcok dengan Sekuriti Gara-gara Masker
Berikut unggahan yang dibagikan @bdgtimurku di instagram pada 6 Mei 2020 :
Bapak ini jualan dorokdok dan camilan. Bapak suka jualan di depan Griya Toserba Cicalengka, suka kelihatan dagang dari sore bahkan hingga malam kalau dagangannya belum laku. Bapak asli dari Tasikmalaya, di sininya pun ikut tidur di mesjid-mesjid. Yuk bantu bapak ini dengam beli dagangannya Baturans.