Kerupuk Mi Ojay, Kuliner Khas Cimaung, Pembelinya Turis yang ke Pangalengan
KERUPUK Mi Ojay merupakan kuliner khas Cimaung. Pembelinya adalah wisatawan yang datang ke Pangalengan atau pulang dari sana.
KERUPUK Mi Ojay merupakan kuliner khas Cimaung. Pembelinya adalah wisatawan yang datang ke Pangalengan atau pulang dari sana.
TERIK matahari yang menyengat tak membuat dua pria ini beranjak di lapangan tempat menjemur kerupuk.
Mereka membereskan dan memilah-milah kerupuk yang sudang kering.
Panas matahari siang itu adalah berkah buat mereka karena kerupuk hasil olahannya bisa cepat kering.
Di dalam pabrik yang tak jauh dari lapangan itu, puluhan perempuan sangat telaten mencetak kerupuk dari adonan tepung tapioka.
Mereka memang sudah ahli menggunakan alat pencetak kerupuk tanpa mesin ini.
Kerupuk yang sudah dicetak itu kemudian dikukus di tempat pengukusan berukuran dua meter kali dua meter.
Hanya satu jam kerupuk itu dikukus untuk kemudian dijemur di lapangan atau halaman pabrik itu.
Kesibukan itu terlihat di pabrik kerupuk di Rancasalak, Desa Cimaung, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Selasa (2/6) siang.
Pabrik kerupuk itu merupakan satu-satunya di sana. Namanya kerupuk mi ojay.
Pabrik kerupuk mi ojay ini yang memasok kerupuk mentahan ke rumah-rumah produksi kerupuk sangrai di daerah itu.
• Kerupuk Gurilem Buatan Cililin Diburu Wisatawan, Rasa Pedas Paling Dicari, Dulu Namanya Pilus
• Kerupuk Gurilem Rasanya Gurih, Harga Murah, Mudah Dicari, Kemasannya Pakai Plastik Tradisional
• Kerupuk Gurilem Rasanya Gurih, Harga Murah, Mudah Dicari, Kemasannya Pakai Plastik Tradisional
Di Rancasalak ada sekitar 11 rumah produksi pengolah kerupuk mi ojay.
Kerupuk yang sudah disangrai itu oleh pemiliknya diberi merek bermacam-macam.
"Kami memasok kerupuk mentahan ke Pangelengan, Ciwidey, dan Banjaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/karyawan-pabrik-mencetak-kerupuk-mie-ojay.jpg)