Melongok Pabrik Kerupuk Gurilem

Kerupuk Gurilem Buatan Cililin Diburu Wisatawan, Rasa Pedas Paling Dicari, Dulu Namanya Pilus

KERUPUK gurilem alias gurih pelem adalah kerupuk tradisional yang dibuat di Kampung Pasir Meong, Desa Cililin, Kampung Cililin, Kabupaten Bandung Bara

Kerupuk Gurilem Buatan Cililin Diburu Wisatawan, Rasa Pedas Paling Dicari, Dulu Namanya Pilus
TRIBUN JABAR/JANUAR P HAMEL
MENGEMAS KERUPUK - Seorang karyawan toko kerupuk gurilem sedang mengemas kerupuk di Kampung Pasir Meong, Desa Cililin, Kampung Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (17/3/2020). 

KERUPUK gurilem alias gurih pelem adalah kerupuk tradisional yang dibuat di Kampung Pasir Meong, Desa Cililin, Kampung Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Kerupuk ini sangat disukai tua dan muda karena rasanya yang gurih dan pedas.

Mengikuti perkembangan zaman, kerupuk gurilem pun menjadi kaya rasa berkat inovasi pembuatnya. Sekarang tak hanya rasa orisinal dan pedas, tapi ada rasa kacang, keju, kelapa, dan lain-lain.

Namun, tetap saja, kerupuk gurilem yang favorit adalah kerupuk rasa orisinal kacang bawang dan kerupuk gurilem rasa pedas.

Kerupuk ini semakin populer sejak 2010-an. Pembelinya semakian ramai dan banyak mendatangi toko-toko kerupuk di Kampung Pasir Meong dan sekitarnya.Terutama wisatawan yang membelinya untuk oleh-oleh. Biasanya mereka datang pada Sabtu dan Minggu.

Penjual kerupuk gurilem, Haji Yayan Ruhyana (60) yang sudah lama memproduksi kerupuk ini, mengaku tidak tahu sejak kapan kerupuk produksinya diberi nama kerupuk gurilem.

"Namanya macam-macam, bahkan ada yang menyebut kerupuk cacing. Kalau disebut kerupuk gurilem mah sejak kerupuk ini makin ramai pembelinya," kata Yayan di rumahnya yang juga jadi tempat produksi kerupuk gurilem di Kampung Pasir Meong, Desa Cililin, Kampung Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (17/3/2020).

Pembuat kerupuk Yayat Aldayat (51), pun tidak tahu menahu asal usul kerupuk buatannya disebut kerupuk gurilem. Dulu, kata Yayat, kerupuk buatannya banyak yang menyebut kerupuk jendil, pilus, kerupuk panjang, dan lain-lain.

"Kalau kemudian kerupuk ini disebut gurilem mungkin karena gurih dan pelem," kata Yayat di pabriknya Kampung Pasir Meong, Desa Cililin, Kampung Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (17/3/2020).

MENGEMAS KERUPUK - Seorang karyawan toko kerupuk gurilem sedang mengemas kerupuk di Kampung Pasir Meong, Desa Cililin, Kampung Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (17/3/2020).
MENGEMAS KERUPUK - Seorang karyawan toko kerupuk gurilem sedang mengemas kerupuk di Kampung Pasir Meong, Desa Cililin, Kampung Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (17/3/2020). (TRIBUN JABAR/JANUAR P HAMEL)

Sebelumnya, kata Yayan, pembeli kerupuk ini biasa saja. Pembelinya hanya pemasok-pemasok yang kemudian menjualnya ke pasar atau toko-toko. "Jadi saya mah senang saja ada yang menyebut kerupuk buatan kami kerupuk gurilem," kata Yayan.

Kerupuk gurilem sudah diproduksi sejak 1975. Satu di antara sekian banyak penjual kerupuk di Pasir Meong adalah orang tua Yayan. Yayan sendiri mulai menjalankan usaha ayahnya sejak 1995.

Halaman
12
Editor: Januar Pribadi Hamel
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved