Melongok Pabrik Kerupuk Gurilem
Kerupuk Gurilem Rasanya Gurih, Harga Murah, Mudah Dicari, Kemasannya Pakai Plastik Tradisional
PENJUAL kerupuk gurilem mulai terlihat sejak memasuki kawasan Cililin. Kerupuk-kerupuk ini bergelantungan di depan warung-warung yang menjual oleh-ole
PENJUAL kerupuk gurilem mulai terlihat sejak memasuki kawasan Cililin. Kerupuk-kerupuk ini bergelantungan di depan warung-warung yang menjual oleh-oleh. Kerupuk-kerupuk itu merupakan buatan Pasir Meong.
Kerupuk gurilem buatan Kampung Pasir Meong harganya relatif murah. Di pasar, kerupuk ini dijual Rp 5.000 hingga 10.000 per plastik. Sedangkan dari pabriknya, kerupuk ini dijual 2.500 per kantung plastik.
"Kami tidak menjual kiloan, tapi per plastik. Tergantung ukurannya, ada yang ukuran besar yang bisa memuat kerupuk 500 liter ada juga yang plastik kecil-kecil," kata Haji Yayan Ruhyana (60), penjual kerupuk gurilem di tokonya Kampung Pasir Meong, Desa Cililin, Kampung Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (17/3/2020).
Yayan menjual kerupuknya ke pemasok-pemasok yang datang ke tokonya. Mereka, kata Yayan, ada yang memasok ke Bandung, Purwakarta, Cianjur, dan daerah lain.
Menurut Yayan harga kerupuk yang dijualnya termasuk murah. Dia terpaksa menahan harga tidak dinaikan karena takut pembeli malah membeli kerupuk ke tempat lain.
"Sengaja dimurahkan, di sini banyak saingan. Kalau lebih mahal sedikit pembeli pada lari. Penjualnya berjejer hingga ke Cihampelas," kata Yayan.
Yayan mengaku bisa menjual kerupuk 1.000 bungkus plastik yang harganya 2.500. Dari hasil penjualannya Yayan bisa mengantongi keuntungan hingga Rp 7.500.00. Menurut Yayan, dia bisa menjual kerupuknya melebihi 1.000 kantung per harinya.
Pilihan rasa yang ditawarkan Yayan hanya dua, yakni rasa kacang bawang dan pedas. Yayan pernah mencoba membuat kerupuk rasa lain. Namun, katanya, dihentikan karena lebih merepotkan.
Kerupuk Yayan dikemas sederhana. Tak ada cap di plastik kerupuk buatan Yayan. Supaya kemasan kerupuk rapat, Yayan menggunakan karet gelang. "Pernah ada yang menawari mesin kemasan. Ah, repot, mending pakai ginian saja," kata Yayan.
Untuk mengerjakan itu semua, Yayan mengandalkan keluarganya, seperti adik-adik dan anak-anaknya. Mereka bekerja sejak pukul 08.00 hingga pukul 15.00.
Menurut Yayan, tukang kerupuk sekarang lagi "menjerit" karena harga cabai lagi naik. Namun, kata Yayan, dia tidak menaikkan harga. Dia yakin harga akan kembali normal beberapa bulan ke depan. (januar ph)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kemas-kerupuk-gurilem.jpg)