Rabu, 6 Mei 2026

Hari Pertama Pembukaan Objek Wisata Pantai Pangandaran, Ratusan Wisatawan Terpaksa Disuruh Pulang

Wisatawan yang akan berlibur ke Pangandaran tentunya harus melewati cek point di lima akses masuk Kabupaten Pangandaran.

Tayang:
Penulis: Andri M Dani | Editor: Seli Andina Miranti
Istimewa/Balawista Pangandaran Herry Chaerudin
Pertama kali dalam sejarah Pantai Pangandaran sepi saat Idulfitri. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Hari pertama pembukaan kembali objek wisata di Kabupaten Pangandaran termasuk Pantai Pangandaran, Jumat (5/6/2020) ternyata disambut antusias wisatawan

Tapi Pemkab Pangandaran memberlakukan persyaratan yang ketat. Hanya untuk warga Jabar . Itupun harus membawa surat bukti sehat dan surat bukti hasil rapid test. Sehingga ratusan wisatawan terpaksa disuruh pulang kembali.

“Antusias masyarakat cukup tinggi. Tapi kami menerapkan aturan yang ketat. Wisatawan yang bisa masuk hanya mereka yang punya surat keterangan sehat dan surat bukti hasil rapid test. Hari ini, hari pertama pembukaan objek (wisatawan) ratusan wisatawan terpaksa disuruh pulang kembali,” ujar Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata kepada Tribun via telepon, Jumat (5/6/2020).

Polemik Dugaan Pemotongan Bansos Covid-19 di Gandasoli Sukabumi, Ini Kronologinya

Ratusan wisatawan yang terpaksa disuruh pulang kembali tersebut kebanyakan yang masuk dari arah Cilacap di Kalipucang.

Wisatawan yang akan berlibur ke Pangandaran tentunya harus melewati cek point di lima akses masuk Kabupaten Pangandaran.

Di cek point tersebut tidak hanya wisatawan seluruh pendatang yang masuk di cek kesehatan, suhu tubuh dan surat keterangan kesehatan serta bukti hasil rapid test.

“Dengan dibukanya objek wisata hari ini. Penjagaan di cek point lebih ketat. Jangan sampai terjadi  kedatangan wisatawan menjadi kluster baru di Pangandaran. Semuanya dilakukan secara hati-hati jangan sampai ada penularan Covid-19. Pengecekan dan pemeriksaan  dicek point diperketat terlebih bagi pendatang maupun wisatawan dari daerah zona merah,” katanya.

Setelah lolos di cek point, wisatawan kembali diperiksa secara ketat di pintu gerbang atau loket masuk objek.  Kebanyakan wisatawan datang dengan menggunakan sepeda motor maupun mobil pribadi.

Persyaratan ketat bagi wisatawan yang akan masuk objek wisata di Pangandaran tersebut tidak hanya bagi wisatawan asal luar Pangandaran tetapi juga untuk wisatawan local Pangandaran sendiri.

VIDEO Gelombang Tinggi, Nelayan Muda di Indramayu Ini Malah Menceburkan Diri Menjaring Ikan Bandeng

Di kawasan objek, wisatawan harus menerapkan protocol kesehatan, selalu pakai masker, menjaga jarak dan jangan sampai berkerumun.

Demikian juga di hotel, penginapan dan restorant, rumah makan hingga tempat penjualan oleh-oleh  protocol kesehatan diberlakukan secara ketat. Guna menghindari terjadi penularan Covid-19.

Hari pertama dibukanya objek wisata JUmat (5/6) sudah banyak wisatawan yang berlalu lalang di pantai.

“Hari pertama ini, sudah banyak wisatawan yang berkunjung. Mungkin besok lebih banyak karena libur akhir pe-kan serta masih suasana libur lebaran,” ujar Bupati Jeje.

Miliki Pipa Rokok Gading Gajah Sumatera, Warga Garut Diamankan Ditjen Gakkum KLHK

Hari pertama pembukaan seluruh objek wisata di Pangandaran, Jumat (5/6) menurut Bupati Jeje bersamaan dengan hari pertama penerapan tatanan kebiasaan baru (new normal) atau adaptasi kebiasaan baru (AKB) di Pangandaran.

Kabupaten Pangandaran dan 14 kabupaten/kota lainnya di Jabar termasuk daerah level 2 (zona biru) yang bisa menerapkan AKB.

Miliki Pipa Rokok Gading Gajah Sumatera, Warga Garut Diamankan Ditjen Gakkum KLHK

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved