New Normal di Jabar
Jawa Barat akan Terapkan Kebijakan New Normal, Ini Analisis IDI Jabar Soal Kesiapan New Normal
Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menerapkan new normal atau tatanan normal baru pada awal Juni 2020.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menerapkan new normal atau tatanan normal baru pada awal Juni 2020.
Satu di antara tujuannya adalah untuk menggerakkan kembali ekonomi yang ambruk.
Setidaknya ada tiga poin yang dikeluarkan pemerintah pusat sebagai syarat untuk menerapkan new normal.
Pertama, tingkat penularan corona reproductive time (RT) atau reproduksi efektif di suatu wilayah harus di bawah 1. Artinya, tidak ada lagi penularan virus corona antarmanusia di suatu wilayah yang ingin menerapkan new normal.
Tapi, jika RT bernilai 1, artinya 1 orang berpenyakit berpotensi menulari 1 orang lainnya. Jika 2, berarti 1 orang berpotensi menulari 2 orang lain dan seterusnya.
• Jumlah Kecelakaan Jalur Selatan di Kabupaten Bandung Turun, Pengendara Tetap Diimbau Hari-hati
Kedua, kesiapan sistem pelayanan kesehatan, atau kasus Covid-19 tidak boleh melebihi kapasitas rumah sakit.
Ketiga, kemampuan dalam melakukan pemeriksaan tes Covid-19. WHO menerapkan minimal 10 hingga 12 ribu pemeriksaan per 1 juta penduduk.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Barat, Eka Mulyana, menilai Provinsi Jawa Barat sebenarnya sudah memliki progres dalam mengendalikan penyebaran virus corona dan bersiap menerapkan new normal.
"Saya melihatnya semuanya sudah ada progres, baik dari R0, kapasitas rumah sakit, dan tes massal sudah progres semua," ujar Eka, saat dihubungi Tribun, Kamis (28/5/2020).
Namun, menurut Eka, progres yang sudah dicapai pemerintah ini belum sepenuhnya memenuhi ketiga syarat dari pemerintah pusat.
Menurut Eka, di Jawa Barat saat ini R0 berada di angka 1,06. Artinya, masih ada potensi 1 orang menulari 1 sampai 2 orang lainnya.
• Persib Bandung Ternyata Ingin Liga 1 2020, Ada Lima Tim Lain yang Juga Berkeinginan Sama
Pun demikian dengan pemeriksaan Covid-19. Dari minimal 10 hingga 12 ribu pemeriksaan per 1 juta penduduk, Jabar, kata dia, masih di bawah 10 ribu.
"Memang ini belum mencapai ke sana, tapi dilihat dari angka kejadian Covid-19 di Jabar yang merupakan penduduk terbesar di Pulau Jawa, ternyata angka kejadian Covid-19-nya sekarang nomor ke-25.
Berarti sangat rendah dibanding provinsi lain. Itu suatu kemajuan. Penduduk yang begitu besar tetapi angka kejadiannya bukan yang paling besar, itu kan progres walaupun belum ini bangat untuk parameter yang tiga tadi," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ketua-idi-jabar-dr-eka-mulyana-di-rshs-bandung_20180110_151429.jpg)