Virus Corona di Jabar

Puncak Pandemi Corona di Tasik Sudah Lewat, Sudah Seminggu Tak Ada Penambahan Kasus Baru

Budi berharap ke depan memang tidak ada lagi penambahan kasus positif Covid-19. Karena memang sudah tidak ada lagi arus mudik.

Tribun Jabar/Firman Suryaman
Seorang warga menatap sepinya kawasan Gentong di ruas jalan negara Bandung-Tasikmalaya pada H-1 Idulfitri 1441 H, Sabtu (23/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, mengatakan puncak kasus Covid-19 beberapa hari sebelum Idul Fitri 1441 H sudah diprediksi.

"Kami sudah memprediksi bahwa sebelum Idul Fitri, sekitar semingguan sebelum Lebaran, terjadi puncak kasus positif Covid-19."

"Ternyata memang saat ini mulai stagnan," kata Budi, di Bale Kota, Selasa (26/5).

Budi berharap ke depan memang tidak ada lagi penambahan kasus positif Covid-19. Karena memang sudah tidak ada lagi arus mudik.

"Faktor utama kenapa kami memprediksi puncak kasus positif Covid-19 terjadi sebelum Lebaran, karena saat itu masanya arus mudik dari zona merah," ujar Budi.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Kota, Uus Supangat, mengungkapkan, masa puncak kasus positif Covid-19 sudah terlewati, yaitu beberapa hari sebelum Idul Fitri 1441 H.

"Akumulasi kasus positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya mencapai 47 kasus. Itu terjadi beberapa hari sebelum Idul Fitri 1441 H," kata Uus yang juga juru bicara Gugus Tugas.

Jika dihitung sampai Selasa ini, lanjut Uus, berarti sudah hampir seminggu tidak ada penambahan kasus.

Pihaknya memprediksi tidak akan ada lagi lonjakan kasus positif Covid-19, karena masa-masa mudik sudah berlalu. (firman suryaman)

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved