BREAKING NEWS: H+2 Lebaran, Warga Memadati Kantor Pos Ibrahim Adji, Ada yang Tak Bermasker

Sejumlah warga dari berbagai kelurahan di Kecamatan Kiaracondong terus berdatangan dan memadati Kantor Pos di Jalan Ibrahim Adji, Kota Bandung.

Tribun Jabar/Cipta Permana
Warga mengantre untuk mendapatkan bantuan tunai di Kantor Pos di Jalan Ibrahim Adji, Kota Bandung, Selasa (26/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah warga dari berbagai kelurahan di Kecamatan Kiaracondong terus berdatangan dan memadati Kantor Pos di Jalan Ibrahim Adji, Kota Bandung, sejak pagi hari, Selasa (26/5/2020). Mereka mengambil bantuan sosial tunai dari pemerintah dari pandemi Covid-19 senilai Rp 500 ribu.

Aktivitas warga tersebut merupakan kelanjutan dari upaya penyaluran bantuan pemerintah yang sempat tertunda seiring libur Lebaran pada 24-25 Mei 2020.

Berdasarkan pantauan lapangan, tampak para penerima bantuan yang hadir didominasi oleh kaum ibu-ibu. Mereka datang bersama anaknya maupun tetangga sekitar tempat tinggalnya.

Mereka yang rata-rata tiba menggunakan sepeda motor, langsung memberikan secarik dokumen, berupa fotokopi KTP dan KK kepada petugas yang berjaga di depan pintu masuk kantor pos.

Selanjutnya, mereka menunggu namanya dipanggil untuk memperoleh bantuan.

Realme Rilis Jam Tangan dan Televisi Pintar, Segini Kisaran Harganya

Seraya menunggu panggilan, tidak jarang mereka bercengkerama dengan para penerima bantuan lainnya, sambil duduk beralaskan trotoar maupun tanah di halaman depan kantor pos tersebut.

Meski sebagian besar telah menerapkan protokol kesehatan, satu di antaranya mengenakan masker, tetapi tidak sedikit juga di antara para penerima bantuan yang tidak mengenakan masker. Juga terlihat, warga acuh tak acuh dengan aturan physical distancing.

Rini (26), warga Babakan Surabaya yang juga mengantre menunggu panggilan mengatakan telah datang sejak pukul 08.00 WIB. Dia berharap mendapat urutan pertama dalam penyaluran bantuan.

Via Vallen Kabarkan Adik Positif Covid-19, Begini Cerita Lengkapnya

Namun, dia kecewa karena banyak warga yang sudah datang lebih pagi.

"Pikir saya saya udah paling pagi, soalnya operasional kantor kan baru mulai jam delapan, tapi ternyata ada belasan warga lain yang datang lebih pagi. Karena kondisinya gitu, mau enggak mau nunggu aja," ujarnya saat ditemui sedang menunggu panggilan petugas.

Uji Coba Vaksin Covid-19 ke Tubuh Manusia: Ini Menunjukkan Visi yang Menjanjikan

Disinggung mengenai akan dipergunakan untuk apa, dana bantuan tersebut, dia menuturkan untuk membeli kebutuhan sehari-sehari.

Akan tetapi, ia pun berceloteh, seandainya memperoleh bantuan sebelum Lebaran, maka akan dimanfaatkannya untuk melakukan aktivitas lainnya seperti berbelanja baju baru, hingga pulang kampung ke Garut.

Bahar bin Smith Tanpa Rambut Gondrong Lagi, Ini Permintaan kepada Istri

Seorang juru parkir di lokasi tersebut, Romli (43), mengatakan antrean penerima bantuan ini bukan cuma untuk warga warga dari kelurahan yang belum tersalurkan bantuannya. Di kelurahan yang seharusnya sudah disalurkan juga datang karena mereka belum terakomodasi akibat libur Lebaran.

"Tiap hari memang seperti ini, dari dua atau tiga hari sebelum Lebaran. Tapi karena kepotong libur Lebaran, jadi mungkin kelihatannya lebih banyak (antrean warga). Apalagi kegiatan penyaluran bantuan hanya dari jam 08.00 sampai 13.00 WIB setiap harinya," ujarnya. (*)

Penulis: Cipta Permana
Editor: Sugiri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved