Virus Corona di Jabar

Mengapa Ada Lonjakan Drastis Kasus Corona di Jawa Barat? Ini Penjelasan Gugus Tugas Jabar

Angka penambahan kasus poaotif pada 20 Mei mencapai 176 orang dan pada 21 Mei bertambah 86 orang.

gugus tugas percepatan penanganan covid-19
Update kasus corona di Indonesia, Kamis (21/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Total kasus positif COVID-19 di Jawa Barat pada Jumat (22/5) mencapai 2.002 kasus, atau bertambah 40 orang dari sehari sebelumnya.

Sedangkan jumlah pasien sembuh totalnya 432 pasien, kemudian sebanyak 125 pasien meninggal dunia.

Kementerian Kesehatan RI mencatat total kasus positif di Indonesia mencapai 20.796 orang, atau bertambah 634 orang dari hari sebelumnya.

Di tingkat nasional, DKI Jakarta masih menempati posisi pertama sebagai daerah dengan jumlah kasus positif terbanyak, yakni 6.400 orang, disusul oleh Jawa Timur dnegan total 3.129 kasus, kemudian barulah Jawa Barat.

Sekretaris sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Daud Achmad, mengatakan dalam tiga hari terakhir memang Jawa Barat mengalami peningkatan jumlah kasus positif.

Angka penambahan kasus positif pada 20 Mei mencapai 176 orang dan pada 21 Mei bertambah 86 orang.

Lonjakan angka pasien positif di Jabar ini, katanya, disebabkan sejumlah faktor, di antaranya yang sempat terjadi beberapa pekan lalu saat jumlah penambahan kasus pasien positif harian meroket sampai 192 kasus dalam sehari.

"Kemarin ada kenaikan yang cukup signifikan angka positifnya. Setelah dicari informasi, kenaikan itu karena delay dari data 15 Maret yang belum diumumkan oleh pusat."

"Kemudian ada pelimpahan dari DKI, dirawat di DKI tapi ternyata KTP-nya Bekasi atau Bodebek."

"Sama halnya terjadi pada awal bulan Mei. Dari nol kasus naik jadi 192. Ini juga sama kejadiannya seperti itu," katanya di Gedung Sate, Jumat (22/5).

Daud mengatakan sementara jumlah ODP di Jabar yang masih dipantau berjumlah 6.430 orang dan PDP yang masih dalam proses pengawasan berjumlah 2.428 pasien.

Menjelang Idulfitri 1441 H, Daud pun mengatakan bahwa Polda Jabar dan Kodam III/Siliwangi telah memperketat penjagaan di sejumlah titik demi menghindari terjadinya arus mudik. Hal ini untuk terus menekan penyebaran Covid-19 di Jabar.

"Dalam menanggulangi pandemi ini diperlukan komitmen dan kedisiplinan bersama. Kami berharap kepada seluruh masyarakat Jawa Barat, patuhilah aturan- aturan yang dikeluarkan bupati atau wali kota pada PSBB proporsional ini," ucap Daud. (Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved