Jumat, 10 April 2026

PSBB di Garut Aneh, Jalan Kayak CFD, Mobil Gak Boleh Masuk tapi Orang Bisa Jualan dan Berkerumun

Hari terakhir pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Garut, Jalan Ahmad Yani atau Pengkolan

Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Ichsan
tribunjabar/firman wijaksana
Warga memadati kawasan Pengkolan atau Jalan Ahmad Yani, kecamatan Garut Kota yang ditutup di hari terakhir PSBB, Selasa (19/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Hari terakhir pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Garut, Jalan Ahmad Yani atau Pengkolan masih terasa seperti kawasan car free day (CFD).

Pasalnya kendaraan tak boleh masuk, namun warga yang akan berbelanja tak dilarang.

Sejumlah pedagang musiman pun membanjiri badan jalan. Di pusat-pusat perbelanjaan, warga menyerbu untuk membeli pakaian baru untuk hari raya Idulfitri.

Meski Jalan Ahmad Yani ditutup, sejumlah tukang parkir sudah siap menyiapkan lapak parkir. Warga pun akan merasa aman berbelanja karena kendaraannya ada yang menjaga.

Petugas Satpol PP pun hanya bisa melihat kerumunan warga. Tak ada peringatan yang disampaikan meski terjadi kerumunan warga.

Kesedihan Epy Kusnandar, Kenang Cerita Kang Bahar Preman Pensiun: Kenapa Harus Duluan Pergi Pensiun?

"Bentar lagi kan lebaran, jadi cari baju buat anak. Masuk ke toko baju tadi ada pemeriksaan suhu. Tapi tetap di dalamnya ramai. Enggak dibatasi," ujar Iqbal (35), warga Banyuresmi, Selasa (19/5/2020).

Iqbal menilai PSBB di Garut sangat terasa seperti CFD. Petugas hanya berjaga di titik penutupan. Sedangkan warga dibolehkan berkeliaran dan berkerumun di kawasan Pengkolan.

"Unik PSBB di Garut mah. Jadi kayak pemerintah menyediakan lapak untuk jual beli. Sama saja kayak tahun kemarin. Bedanya sekarang jadi CFD karena ga ada mobil masuk," katanya sambil tertawa.

Hal yang sama diutarakan Rima (28), warga Kecamatan Bayongbong. Ia mengaku terpaksa datang ke Pengkolan karena adiknya ingin membeli pakaian baru. Padahal kawasan Pengkolan sedang dipadati orang jelang Idulfitri.

"Tadinya sih malas karena sudah tahu lagi ramai. Cuma adik maksa buat nganter," ucap Rima.

Ia menyebut, jika suasana CFD sangat melekat di pengkolan saat ini. Pedagang di pinggir jalan memakai tenda menjajakan dagangannya. Bahkan, para pedagang sudah sampai ke kawasan Gedung KNPI.

KABAR GEMBIRA untuk Bobotoh, Persib Bandung Boleh Main Lagi, Diijinkan Gelar Pertandingan

"Jadi kayak CFD ada yang dagang sampai ke arah Rutan. Enggak ngaruh juga sih ada PSBB," ucapnya.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengakui jika kawasan Pengkolan sangat ramai. Rudy pun tak bisa berbuat banyak karena masyarakat lebih memilih membeli baju daripada diam di rumah.

"Pengkolan tak terkendali dan beberapa pasar (ramai)," kata Rudy.

Meski begitu, Rudy memutuskan tak akan memperpanjang PSBB. Keputusan diambil meski warga belum sepenuhnya menaati physical dan social distancing.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved