Taufik pribadi yang serius

Kejutan dari Taufik Hidayat

Peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 itu melontarkan pernyataan yang membuka borok pengelolaan olahraga di Tanah Air

badmintonindonesia
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie 

Sorot
Deni Ahmad Fajar
Wartawan Tribun Jabar

Kejutan dari Taufik Hidayat
LAMA tidak terdengar namanya setelah mundur sebagai pebulutangkis profesional, tiba-tiba Taufik Hidayat membuat kejutan. Peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 itu melontarkan pernyataan yang membuka borok pengelolaan olahraga di Tanah Air. Mantan pebulutangkis andalan Indonesia di nomor tunggal putra ini menyatakan siapa pun menteri olahraganya, olahraga di Tanah Air tidak akan maju. Pernyataan Taufik yang membuat kebakaran jenggot banyak orang ini dilontarkan di acara bincang-bincang Deddy Corbuzier, Senin (11/5). Saya mengutipnya dari Koran Tempo, Kamis (14/5).

Taufik tentu tidak main-main dengan pernyataannya. Dia juga pasti tahu risiko melepaskan pernyataan pedas seperti itu. Saya secara pribadi mengenal Taufik sebagai sosok yang tidak suka main-main. Ketika masih meliput olahraga, dulu, beberapa kali saya berkesempatan meliput acara yang dihadiri Taufik. Kesan yang pertama yang saya catat, Taufik adalah pribadi yang serius, palagi ketika sedang berlatih. Ketika sedang berlatih dia selalu mengadirkan bahasa tubuh yang tidak mau diganggu. Taufik juga terkesan tidak biasa bermain kata-kata ketika menghadapi wartawan. Anak Pangalengan yang lahir 10 Agustus 1981 ini lebih banyak tersenyum daripada bersilat kata. Karena itu pula, ketika dia jadi idola di lapangan bulu tangkis, banyak gadis histeris dan nangis-nangis ketika berjumpa dengannya.

Seperti banyak orang, saya termasuk yang terkejut ketika Taufik mengkritisi organisasi pucuk pembinaan olahraga di Tanah Air, organisasi yang juga berperan membesarkan namanya, sebagai organisasi yang korup dan banyak kecurangan di sana-sini. Ini lagi-lagi saya kitup dari Koran Tempo, Kamis (14/5).

Ibarat peribahasa nasi sudah menjadi bubur, apa yang dilontarkan Taufik tidak bisa ditarik lagi. Pernyataan Taufik menjadi bola salju yang bergulir kencang dan membentur ke banyak pihak. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun didesak turun tangan untuk menindaklanjuti apa yang diungkap Taufik. Banyak pihak menilai wakil kepala Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas 2016-2017 itu mengetahui banyak tentang praktik menyimpang di Kemenpora atau di badan lain yang berususan dengan pembinaan olahraga di Tanah Air.

KPK bukan sesuatu yang asing bagi Taufik. Sebagai salah satu pejabat tinggi di Program Indonesia Emas, dia diperiksa organisasi antirasuah itu dalam kasus korupsi yang menyeret mantan menteri olahraga Imam Nahrawi. Dalam kasus ini Imam didakwa menerima belasan miliar rupiah dari sejumlah pejabat Kementerian Olahraga dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Kisruh dalam mengelola uang pembinaan olahraga bukan hanya menyeret Imam. Kita ingat kasus pembangunan sarana olahraga Hambalang, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang menyeret Andi Malarangeng, menteri olahraga waktu itu. Dalam kasus ini Andi divonis empat tahun penjara karena didakwa menerima uang suap miliaran rupiah.
Berkaca dari kasus Imam dan Andi, apa yang dikatakan Taufik nampaknya tidak sekadar iguan ketika tidur siang. Taufik, sekali lagi, tentu mengantongi fakta dan siap menghadapi risiko apa pun ketika fakta yang dia lontarkan ke publik membuka borok pembinaan dan pengelolaan olahraga di Tanah Air. Sekarang kita tinggal menunggu sambutan KPK atas umpan yang dilontarkan menantu Agum Gumelar ini.***

Penulis: Deni Ahmad Fajar
Editor: Deni Ahmad Fajar
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved