Minggu, 26 April 2026

VIRAL Mudik dari Denpasar ke Jawa Bisa Pakai Surat Keterangan Sehat Palsu, Surat Dibeli di Gilimanuk

Viral sebuah postingan surat keterangan kesehatan palsu atau asli tapi palsu alias aspal marak dijual di Pelabuhan Gilimanuk.

Editor: Dedy Herdiana
Tangkap layar postingan Tofik
Tangkap layar postingan Tofik, pemudik dari Denpasar, Bali. VIRAL Mudik dari Denpasar ke Jawa Bisa Pakai Surat Keterangan Sehat Palsu, Surat Dibeli di Gilimanuk 

TRIBUNJABAR.ID, DENPASAR - Viral sebuah postingan surat keterangan kesehatan palsu atau asli tapi palsu alias aspal marak dijual di Pelabuhan Gilimanuk.

Postingan itu diunggah di akun Facebook milik Tofik yang memang merupakan seorang pemudik dari Denpasar.

Dia menyatakan bahwa saat akan menyeberang ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk, ditemukan adanya praktik penjualan surat keterangan sehat palsu di Gilimanuk.

Dari foto surat keterangan sehat palsu yang ia beberkan, terlihat pada kop surat itu bertuliskan "UPTD Puskesmas II Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat".

Informasi ini, awalnya Tofik bagikan di sebuah grup Facebook melalui akun pribadinya. 

Kejadian ini terjadi, Senin (11/5/2020) kemarin.

BREAKING NEWS Polisi Setop Kijang di Check Point Cikunir Tasik, Ditemukan Uang Palsu Rp 3 Miliar

Cukup dengan membeli surat palsu seharga Rp 100- Rp 300 ribu, pemudik bisa menyeberang menggunakan surat palsu tersebut.

"Saya belinya di Gilimanuk. Awalnya saya gak mau beli, tapi karena kepepet pulang, terpaksa saya beli Rp 100 ribu. Kalau ramai dijual Rp 250 - Rp 300 ribu per surat," kata Tofik dikutip Tribunjabar.id dari TRIBUN-BALI.COM, Rabu (13/5/2020).

Ceritanya, Tofik awalnya duduk merenung di Pelabuhan Gilimanuk.

VIDEO Produksi Pupuk Palsu, 2 Orang Sukabumi Ditangkap, Polres Sukabumi Isolasi Tersangka Dua Pekan

Ia tak diizinkan menyeberang lantaran tidak memiliki surat keterangan sehat. 

Tiba-tiba, saat malam hari, ada seorang pria yang diduga tukang ojek di kawasan Pelabuhan Gilimanuk, mendekatinya dan menawarkan surat keterangan sehat palsu itu.

Pria itu menanyakan kepada Tofik apakah akan menyeberang dan menawarkan surat keterangan sehat palsu.

"Yang nawarin saya bukan petugas polisi, tapi kaya opang itu. Ojek pangkalan, dari kemarin malamnya saya ditawari Rp 250 ribu, saya bilang gak ada uang, sampai besok paginya saya didekati lagi, saya tawar Rp 50 ribu gak dikasih, dan akhirnya Rp 100 ribu dikasih, akhirnya saya beli," ungkap Tofik.

Tersangkut Kasus Paspor Palsu dan Dipenjara, Ronaldinho Bebas Setelah Bayar Rp 26 Miliar

Setelah menyatakan bersedia membeli surat tersebut, pria yang menawarkan itu kemudian pergi ke suatu tempat yang tak jauh dari tempat Tofik.

Tak lama kemudian, pria tersebut menyerahkan surat keterangan sehat tersebut ke Tofik.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved