Rabu, 15 April 2026

Dalam Sepekan, Kematian Pasien PDP dan ODP Cianjur Terus Bertambah, hingga Hari Ini Sudah 21 Orang

Fakta ini menunjukkan bahwa secara berturut-turut selama hampir sepekan ada pasien PDP dan ODP yang meninggal dunia.

istimewa
Ilustrasi proses pemakaman PDP Covid-19 

Laproan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Sebanyak tiga orang pasien yang terdiri dari dua orang pasien dengan pengawasan (PDP) dan saty orang pasien dalam pemantauan (ODP) dilaporkan meninggal dunia oleh gugua tugas covid-19 Cianjur, Rabu (13/5/2020).

Fakta ini menunjukkan bahwa secara berturut-turut selama hampir sepekan ada pasien PDP dan ODP yang meninggal dunia.

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Cianjur dr Yusman Faisal mengatakan, jumlah pasien meninggal dengan jumlah pasien PDP dan ODP di Cianjur masih berbanding lurus.

"Data sementara yang terkonfirmasi positif covid-19 masih berjumlah empat orang dan satu di antaranya meninggal dunia," ujar Yusman melalui sambungan telepon, Rabu (13/5/2020).

Total hingga hari ini pasien dengan pengawasan yang meninggal berjumlah 15 orang dan jumlah pasien dengan pemantauan yang meninggal berjumlah enam orang.

Dengan demikian data terbaru pasien yang meninggal PDP dan ODP berjumlah 21 orang.

"Kronologis laporan data terbaru akan segera saya sampaikan mengenai dua pasien," katanya.

Antisipasi Kejahatan dan Balap Liar, Polres Sukabumi Gelar Operasi Skala Besar

Sementarabitu seorang warga Desa Songgom, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur dimakamkan sesuai protokoler penanganan covid-19.

Camat Gekbrong Pujo Nugroho mengatakan tuan E (60) merupakan seorang pasien PDP yang meninggal dunia di RSUD Sayang Cianjur.

"Tapi belum ada hasil Lab, kalau lihat catatan sakit dia sakit diabetes," katanya.

Kepala Desa Songgom Ade Suryati mengatakakan, Almarhum tuan E dimakamkan di tempat pemakaman umum Kampung Cicurug, Desa Bangbayang, Kecamatan Gekbrong.

Dukung Gasibu, Pemkab Cirebon Salurkan Bantuan 42,4 Ton Beras untuk Dapur Umum Desa dan Kelurahan

"Sejak satu tahun lebih almarhum sering sakit-sakitan," kata Ade.

Ade mengatakan, hingga saat ini belum ada hasil pemeriksaan yang memastikan bahwa tuan E meninggal dunia akibat terpapar covid-19.

"Almarhum tidak punya riwayat bepergian ke zona merah, atau ada riwayat kontak dengan orang yang positif covid-19," kata Ade.

Babinsa Songgom Sertu Nunang mengatakan, almarhum dimakamkan oleh tim pemakaman dari gugus tugas penganan covid-19 dan diperlakukan sesuai setandar protokol pemakaman covid 19.

Pohon Kelapa Bercabang Tiga, Harganya Fantastis Sudah Dibooking Warga Bandung Rp 80 Juta

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved